Banner

Selamat Peserta Pertemuan Penyair Nusantara XI Kudus 2019

pertemuan penyair nusantara xi kudus
Rapat Kurator PPN XI

Pertemuan Penyair Nusantara XI di Kudus pada 28-30 Juni 2019 mendatang adalah acara besar. Tak tanggung-tanggung, acara rutinan ini akan dihadiri oleh penyair yang puisinya lolos kurasi dari penjuru Indonesia dan penyair dari negara tetangga seperti: Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Kudus mendapatkan kehormatan karena ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran PPN ke XI. Sungguh berita gembira bagi penyair dan penggiat sastra Kudus. Langsunglah penggiat sastra di Kudus yang tergabung dalam Keluarga Penulis Kudus merumuskan susunan kepanitiaan guna mensukseskan PPN XI.

Sebelum Rapat Selfie Dulu
Penyusunan Antologi Puisi PPN XI
Ada beberapa agenda yang akan dihelat dalam PPN XI yang mengusung tema "Kemanusiaan dan Persaudaraan" nanti. Salah satunya adalah menerbitkan buku antologi puisi yang proses pengumpulan karyanya dibuka secara umum lewat undangan terbuka. Ada 579 penyair Indonesia (non Jawa Tengah) yang ikut mengirimkan karyanya, yang nantinya akan dikurasi dan hanya dipilih 50 penyair saja. Sedangkan untuk wilayah Jawa Tengah ada 178 penyair yang mengikuti seleksi dan akan dipilih 50 penyair juga.

Puisi-puisi yang masuk akan dikurasi oleh kurator ternama seperti: Ahmadun Yosi Herfanda, Chavchay Syaefullah, dan Kurnia Effendi untuk wilayah Indonesia (non Jawa Tengah) dan untuk wilayah Jawa Tengah dipercayakan pada Jumari HS, Mukti Sutarman Espe, dan Sosiawan Leak.  Dewan kurator dipertemukan di Kudus pada 22 Februari 2019 untuk mendiskusikan hasil akhir kurasi.

Jumat, 22 Februari 2019 petang, kurator Ahmadun Yosi Herfanda, Chavchay Syaefullah, Kurnia Effendi, Sosiawan Leak dan sekretaris kurator Pilo Poly sampai di Hotel @Hom. Sekitar jam 20.00 WIB direncakan akan dilakukan rapat dewan kurasi, beserta kurator lokal Mukti Sutarman Espe dan Jumari HS di @Hom ditemani oleh segelintir panitia Kudus.

Pertemuan Penyair Nusantara XI Kudus
Capek dan Ngantuk Gaes

Keputusan Kurasi

Rapat dimulai. Bahasan pertaman adalah menentukan 50 penyair yang lolos untuk Indonesia (non Jawa Tengah). Diskusi cukup alot untuk menggenapkan 50 penyair, karena setiap kurtor punya alasan dan penilaian tersendiri. Namun tetap bisa terputuskan 50 penyair. Selanjutnya giliran Sosiawan Leak, Mukti Sutarman Espe dan Jumari HS yang berdiskusi menentukan 50 penyair dari Jawa Tengah. Sama, cukup seru diskusinya, dan terputuskanlah 50 penyair dari Jawa Tengah, sehingga genap 100 penyair sebelum ditambah penyair dari luar negeri. Adapun hasilnya dapat dilihat di bawah ini:

I. Penyair Indonesia (Non-Jawa Tengah)

1. A. Rahim Eltara
Membaca Airmata
Di Atas KM Kambuna

2. Alexander Robert Nainggolan
Doa yang Subuh
Kilau Musi

3. Ali Ibnu Anwar
Mantra Bumi Gora
Kontemplasi Tsunami

4. Arco Transept
Rindu dan Epos Nablus
Jam Malam

5. A’yat Khalili
Tanah yang Tanah Kita
Bersyair Setangkai Daun

6. Ayi Jufridar
Tumbal Rasa

7. Aslan Abidin
Abu Goerge Bar Damaskus
The End

8. Ayu Cipta
Dan Kematian Tak Meinggalkanmu
189 Nyawa

9. Ardi Susanti
Tuhan Kita Sama
Bertamu ke Rumahku

10. Anwar Putra Bayu
Surat Imajiner Bana Alabed

11. Badruz Zaman
Bahasa Murni Bahasa Hati
Kepul Tungku Dunia Ibu

12. Bode Riswandi
Enam Bait Stanza untuk Indonesia
Kepada Waktu

13. Dinullah Rayes
Pohon Berbuah Cinta

14. Dewa Putu Sahadewa
Paranoia

15. Dedy Try Riyadi
Lamentasi

16. Emi Suy
Lukisan
Cinta Semesta

17. Fakhrunnas MA Jabbar
Mari Lepaskan Burung-burung Asa di Ladang Mimpi Kita
Seberapa Jauh Lagi Sungai Kecewa Ini Bemuara

18. Fikar W. Eda
Bunga di Boncengan Sepeda
Gerombolan Ajing Liar dari Netherland

19. Fathurrohman
Izrail Membawa Bunga

20. Imam Ma'arif
Aku Mencintaimu, Ina
Tubuh Panggung

21. Iman Sembada
Seorang Ibu Sebatang Kara
Lewat Jalan Lain

22. Isbedy Stiawan ZS
Orang Suci dan Cerita dari Jalan

23. Ibnu PS Megananda
Ballada Gendang Jaipongan
Ballada Puisi Pertanda

24. Kunni Masrohanti
Kekasih dan Bunga Padi
Anak-anak Langit

25. Larasati Sahara
Kita Bertukar Kabar dalam Airmata
Tapalu’e

26. Marhalim Zaini
Agama Manusia
Agama Burung

27. Mustofa W Hasyim
Keroncong dan Balada

28. Mustafa Ismail
Tirom
Ladong

29. Mahwi Air Tawar
Kopi Batok
Pengakuan Cinta

30. Mezra E. Pellondou
Ikan Foti
Tiga Bocah Kenari

31. Muhammad De Putra
Kami Anak-anak di Bandar Bakau Dumai

32. M. Raudah Jambak
Tanda Bahasa dan Kata Jiwa
Membaca Awan Menghitung Rintik Hujan

33. Ni Wayan Idayati
Di Lorong Rumah Sakit
Doa Seekor Ikan

34. Pranita Dewi
Benteng
Chaplin

35. Putu Fajar Arcana
Dari Rum ke Manhattan
Keroncong Fado

36. Raedu Basha
Kepulangan Pertama
Membajak Senyum Getir

37. Rida K Liamsi
Jejak Tapak Sang Laksamana
Seperti Elang, Tun dan Parameswara

38. Rini Intama
Surat untuk Oy
Rindayu

39. R Giryadi
Pohon Asam
Manuskrip Kota (20)

40. Salman Yoga S
Bersama di Bawah Langit

41. Sulaiman Juned
Tanda Cinta
Gerimis Jadikan Cinta

42. Sofyan RH. Zaid
Mata Hati Matahari
Penjaga Api

43. Tjahjono Widarmanto
Mangkok dan Kitab Puisi
Mampus Aku Dikutuk Kangen

44. Tri Astoto Kodarie
Mencintaimu Setulus Laut pada Musim

45. Taufik Ikram Jamil
Menulismu Lagi Dan Lagi
Kau Kabarkan Lagi

46. Tulus Wijanarko
Tuah Para Hang
Betepe

47. Ulfatin CH
Serpihan Doa dari Sigi
Catatan Ibu pada Anaknya yang Terluka

48. Warih Wisatsana
Bukan Hanya di Panggung
Kemolekan Landak

49. Wayan Jengki Sunarta
Kucing Biru
Latupa

50. Willy Ana
Miqna
Singal


II. Penyair Jawa Tengah

1. Achiar M.
Permana Kisah Sepasang Amandava
Kisah Nyeri dari Sudut Gaza

2. Ade Achmad Ismail
Cerita Luka Batas Desa

3. Aditya Galih Erlangga
Eulogi dan Perihal Kontemplasi

4. Agustav Triono
Air Mata Rohingya

5. Ahmad Dzikron Haikal
Di Antara Pecahan Cahaya

6. Ali D. Musrifa
Lirik Jaka Pekik

7. Apito Lahire
Pupuh Keluh Megatruh

8. Arif Hidayat
Aku yang Mengantarkanmu

9. Bambang Supranoto
Borobudur

10. Dharmadi
Semesta
Masihkah Akan Diledakkan

11. Dian Khristiyanti
Penjual Koran Dekat Tugu Muda

12. Didid Endro S.
Orang-orang Kalah

13. Didiek W.S
Kemanusiaan Matahari dan Rembulan

14. Dimas Nugroho
Bukan Api Tapi Anggur

15. E.S. Wibowo
Sandyakalaning Buana

16. Fadlillah Rumayn
Planet Baru

17. Hafizh Pandhitio
TeruntukApa

18. Heru Mugiarso
Palastra

19. Irna Novia Damayanti
An Najah

20. Jesy Segitiga
Si Kaku Biru

21. Joshua Igho
Mata Kanak-kanak

22. Jusuf A.N.
Serpihan Gerimis

23. Kahar Dp
Golden Retriever
Percakapan

24. Leenda Madya
Hujan Mawar di Somalia

25. M. Enthieh Mudakir
Di Kursi Nomor 13-D Tegal Express

26. M. Najibur Rohman
Gaza

27. M.M. Bhoernomo
Mari Bernyanyi

28. Mohamad Iskandar
Duka Cita bagi Rohingya

29. Muhamad Arifin
Surat Cinta untuk Saudaraku

30. Muhsi Siradj
Merindu Gerimis

31. Niken Bayu Argaheni
Sebuah Ketika

32. Reno Septia Budi Laksono
Di Bawah Langit Kudus
Tempo Kini

33. Rohadi Noor
Di Singapura

34. Roso Titi Sarkoso
Senusantara Sekeluarga

35. Serunie Unie
Sebaris Waktu di Ubud

36. Setia Naka Andrian
Berjalan ke Timur

37. Soekoso D.M.
Luka Persaudaraan
Kala Kaucari

38. Sri Budiyanti
Air Mata Rohingya

39. Sri Wintala Achmad
RumahCinta

40. Sulis Bambang
Persaudaraan Kita

41. Sulis Setiani
Ironi Kemanusiaan

42. Sus S. Hardjono
Happynes is Pass to Life within Scare

43. Tegsa Teguh Satriyo
Meneroka Arah

44. Tiyo Ardianto
Moga

45. Ustadji Pantja Wibiarsa
Bersaudara Kita

46. Warsono Abi Azzam
Puisi Putih

47. Widya Prona Rini
Pintu Depan

48. Yani Al-Qudsy
Kanibal

49. Yanu Faoji
Menatap Mata Palestina
Imigran dari Surga

50. Yuditeha
Engklek

Keputusan kurator tidak dapat diganggu gugat. Peserta yang lolos kurasi nantinya akan diundang ke Kudus untuk ikut menghadiri dan terlibat dalam Pertemuan Penyair Nusantara XI Kudus 2019.

PPN XI Kudus 2019

Rapat Tambahan

Selanjutnya juga dibahas persiapan teknis maupun non teknis terkait persiapan gelaran besar tersebut. Rapat berlangsung seru dan padat. Pada pukul 13.30, rapat sepakat diakhiri setelah sebelumnya makan bersama.

Hari berikutnya tamu kami berkesempatan ziarah ke Makam Sunan Muria dan Air Tiga Rasa Rejenu. Malamnya kami bertemu lagi untuk makan malam di Gang 1 Kudus dan survei lokasi Panggung Penyair Asia Tenggara yang insyaallah ditempatkan di depan Menara Kudus.

Hari kedua memang tidak kami habiskan terlalu larut, karena besok pagi tamu kami sudah harus pulang. Kami pun berpamitan.

PPN XI KUDUS 2019
Ngga Sadar Kamera

PPN XI KUDUS
Gue yang Fotoin

Sebuah Catatan
Reyhan M Abdurrohman

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih