Banner

Meniru Semangat Akademi Menulis Jepara (AMJ)

Komunitas Jepara
Akademi Menulis Jepara

Sebenarnya sudah lama saya ingin main ke Akademi Menulis Jepara, sebuah komunitas atau tempat belajar menulis secara berkelanjutan yang bermarkas di Perpusda Kabupaten Jepara. Mereka biasa kumpul pada hari sabtu jam dua siang sampai jam empat. Ya, bukan hari minggu. Akhirnya kemarin, sabtu, 29 desember 2018 saya berkesempatan main ke AMJ.

Kebetulan setiap sabtu, kantor tempat saya bekerja hanya masuk sampai jam 12 siang saja. Sekitar jam satu saya memulai perjalanan, ke rumah Heri, teman yang kemarin sudah saya kabari akan saya ajak  menemani saya ke Jepara. Selanjutnya dimulailah perjalanan saya menyusuri jalanan menuju ke Jepara.

Sekitar satu jam saya di jalan. Setelah masuk area kota, jalanan mulai lengang. Google map membantu saya sampai di Perpusda Jepara tanpa nyasar. Rupanya saya tidak telat, meski jam mulai yang sudah ditentukan sudah lewat. Saya langsung disambut Mas Kartika Catur Pelita atau akrab dengan sapaan Mas KCP. Beliau adalah pentolan dan penggerak Akademi Menulis Jepara.

Sambil menunggu peserta lain datang dan bergabung di aula, Mas KCP bercerita tentang AMJ, bagaimana AMJ terbentuk dan bagaimana keberlangsungan AMJ selama ini. Hampir sama dengan komunitas lain, AMJ juga pernah mengalami sepi dan ramai. Peserta AMJ ada yang setia ada pula yang sekedar mampir saja. Ada yang terpaksa tak aktif karena diterima bekerja di luar kota. Ada pula yang semangat dari awal berproses di AMJ hingga kini. Macam-macam, sama seperti komunitas-komunitas lainnya.

diskusi kepenulisan
Sharing bersama Akademi Menulis Jepara

Istiqomah


Bulan januari besok, AMJ berumur empat tahun. Wah, selama empat tahun itu AMJ masih tetap ada dan rutin setiap minggu belajar bersama. Istiqomah semacam ini sebenarnya susah. Istiqomah semacam ini yang patut ditiru. Mas KCP mengaku, “Ada atau tidak ada orang, saya tetap ke sini setiap sabtu siang.”

Ya, memang pernah hanya hadir satu orang saja, dua bersama Mas KCP sendiri. Itu tidak menyurutkan Mas KCP selanjutnya. Dia tetap membesarkan AMJ bersama pentolan lain seperti Mas Adi Zamzam, Mbak Ela Sofa dan lainnya.

Sebenarnya saya ke AMJ ingin belajar atau bisa disebut study banding. Saya yang di Kudus tergabung di Komunitas Fiksi Kudus atau Kofiku perlu belajar dari AMJ yang lebih dulu berdiri. Maka dari itu saya ke sini bersama Heri. Harapan saya, ada hal yang dapat saya petik hikmahnya dan bahkan dapat saya terapkan dan bagikan di Kofiku.

Sharing Dadakan


Wah, kejutan! Mas KCP malah mempersilakan saya untuk berbagi tentang proses kreatif saya menulis selama ini. Wah, ini semacam permintaan dadakan. Saya belum mempersiapkan apa pun. Yasudah, saya terima kasih dan laksanakan sebisanya, toh forumnya tidak terlalu resmi.

Saya mulai dengan memperkenalkan diri dan menceritakan maksud serta tujuan saya ke AMJ. Setelah itu saya langsung menyinggung tentang pencapaian dan karya saya selama ini. Selanjutnya Heri yang pendiam pun memperkenalkan diri dan menceritakan sedikit tentang pengalamannya di dunia literasi, dengan gaya khasnya (malu-malu).

Pertanyaan dari anggota AMJ memaksa saya untuk bercerita lebih lanjut tentang proses kreatif saya dalam menulis. Anggota yang hadir menyimak dan terkadang memberikan tanggapan serta pertanyaan tambahan. Diskusi santai dan penuh guyon pun tercipta. Ya, orang-orang AMJ ternyata humoris semua. Acara literasi yang terkenal serius pun ditampik oleh AMJ ini. Diskusi ini jadi hidup dan sering kali diwarnai tawa membahana.

Komunitas Sastra Jepara
Bersama Akademi Menulis Jepara

Bedah Karya


Jatah diskusi bersama saya tidak lama memang, karena pertemuan ini harus dibatasi oleh waktu. Masih ada satu agenda lagi. Tapi ada satu anggota yang membawa karyanya untuk dibedah bersama. Ya, agenda kedua adalah bedah karya. Karya yang sudah dicetak dan di-fotocopy dibagikan dan dibaca sebentar oleh anggota lain. Kemudian anggota lain akan memberikan komentar, tanggapan dan perbaikan.

Hal yang paling mencolok dari karya yang dibedah adalah masih ditemui kesalahan dalam penulisan atau yang berhubungan dengan Ejaan Bahasa Indonesia. Langsunglah tercipta diskusi sederhana tentang Ejaan Bahasa Indonesia. Bisa diambil kesimpulan bahwa pelatihan yang diusung AMJ itu mengalir saja. Memang terkadang sudah ada tema atau bahasa yang ditentukan, tapi tidak menutup kemungkinan akan membahas hal lain juga.

Hubungan Emosional dan Keberanian


Beberapa kali Mas KCP juga menegaskan bahwa yang selalu dijaga dari AMJ adalah hubungan emosional antar anggota, jadi setiap anggota akan merasa memiliki AMJ, mereka akan bahagia berproses di AMJ. Karena pertemuan rutin inilah hubungan emosional mereka bisa terjaga dengan baik.

Ya, ada beberapa hikmah atau pelajaran yang dapat saya ambil dan mungkin saya terapkan di Kofiku. Yang paling terlihat adalah bahwa orang-orang di Akademi Menulis Jepara ini punya semangat luar biasa dalam berkarya. Mereka berani dalam berkarya. Mereka berani dalam berekspresi. Mereka berani dalam mengemukakan pendapat!

Intinya adalah berani!

Teluk Awur
Teluk Awur Jepara (c) dok pribadi

Lanjut Teluk Awur Jepara


Sebelum pulang ke Kudus, saya menyempatkan diri mampir ke Teluk Awur Jepara. Ya, jalannya searah dan cukup dekat dengan Perpusda Jepara. Tidak ada salahnya mampir minum sebentar bukan? Sekitar jam setengah lima saya sampai. Cukup ramai, karena memang akhir pekan. Teluk Awur sekarang sudah berbenah. Sudah cukup bersih. Seperti peringatan dari BMKG bahwa gelombang di Laut Jawa sedang tinggi, pun gelombang yang menyapa Teluk Awur ini. Cukup tinggi. 

Saya pun mencari bangku kosong dan memesan minum. Ya, tujuannya ke sini memang cari minum hehe. Wah, cukup segar juga. Sepoi angin, deburan ombak, matahari malu-malu, segelas es adalah paduan sempurna sore itu. Saya pun membatasi jam lima harus cabut, agar tidak terlalu malam sampai rumah.


Benar, jam lima saya pulang. Jalanan cukup padat, apalagi di setiap lampu merah. Macet euy. Alhamdulillah magrib saya sampai di rumah Heri. Setelah salat, saya lanjut pulang, dan selamat sampai rumah. 

Sampai rumah, ternyata nasinya habis karena dikira saya sudah makan di luar. Jadi dihabiskan semua. Haha.


Pantai di Jepara
Teluk Awur Jepara (c) dok pribadi

Teluk Awur Jepara
Pantai Teluk Awur Jepara (c) dok pribadi

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih