Banner

Pengalaman Menonaktifkan BPJS Kesehatan Karena Meninggal Dunia

bpjs kesehatan meninggal dunia
Kantor BPJS Kesehatan (c) diLokasi.com


Seperti yang sudah saya tulis di postingan sebelumnya tentang naik kelas BPJS kesehatan, dan ibu dinyatakan meninggal dunia. Dari rumah sakit, kami diberi semacam surat kesaksian oleh dokter yang menangani ibu yang menyatakan bahwa ibu sudah meninggal. Ya, semacam surat keterangan meninggal dri rumah sakit gitu.

Kami bisa membawa ibu pulang untuk dimakamkan setelah menitipkan uang Rp1.000.000,- kepada pihak rumah sakit karena nilai pasti yang harus kami bayarkan karena konsekuensi naik kelas belum bisa keluar karena harus dianalisa dan diklaimkan ke BPJS terlebih dahulu. Menurut kasir rumah sakit waktunya kira-kira satu bulanan.

Jadi saya tidak bisa menonaktifkan terlebih dahulu BPJS ibu karena proses klaim belum selesai. Harus menunggu proses tersebut selesai dan kami mendapatkan nominal yang harus dibayarkan, baru BPJS bisa dinonaktifkan. Karena menunggu cukup lama tersebut dan BPJS belum dinonaktifkan, di bulan berikutnya kami masih harus membayarkan iruan BPJS ibu. Yaudahlah nggak apa-apa.

Setelah proses dari rumah sakit selesai, saya langsung ijin keluar kantor sebentar untuk mengurus penonaktifan BPJS di kantor BPJS Kudus. Ya, layanan penonaktifan ini cuma bisa dilayani di kantor BPJS. Tenang saja, prosesnya nggak ribet dan cukup cepat.

Cara menonaktifkan BPJS kesehatan karena meninggal dunia itu gampang karena kita tinggal datang ke kantor BPJS dengan membawa foto copy surat kematian dari desa atau rumah sakit. Ya, setelah ibu meninggal kami juga meminta surat kematian dari desa juga, jadi kedua-duanya saya bawa. Selain itu kami juga membawa kartu BPJS ibu asli.

Persyaratan menonaktifkan BPJS kesehatan yang meninggal dunia
1. FC Surat kematian dari desa atau rumah sakit
2. BPJS asli

Sebelumnya saya juga sempat mencari tahu di google, dan beberapa artikel menyebutkan bahwa lebih baik membawa KK (Kartu Keluarga) dan bukti pembayaran iuran BPJS terakhir. Tidak ada salahnya, saya bawa juga berkas pendukung tersebut, tapi sampai sana tidak diminta.

Sampai di BPKS saya tanya petugas yang bertugas, ternyata sebelumnya saya disuruh melengkapi form permintaan pengubahan data atau semacam itu. Setelah itu baru bisa minta nomor antrian.

Setelah mengantri cukup lama, karena memang ramai akhirnya giliran saya. Mbak-mbak ya menyambut dengan ramah, langsung saya utarakan maksud dan tujuan saya datang ke sini. Saya pun diminta menyerahkan surat kematian dan BPJS asli. Tak usah menunggu lama, katanya BPJS ibu sudah dinonaktifkan.

Oke, kita lihat bulan depan apa tagihan ibu sudah tidak keluar.

Benar, tagihan ibu sudah tidak keluar saat saya membayar iuran BPJS di bulan berikutnya. 

Ternyata proses menonaktifkan BPJS kesehatan karena meninggal dunia cukup mudah dan cepat. 

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih