Swift

Kisah Sejarah Kudus Ditampilkan FASBuK - Liputan Lingkar Jateng

pertunjukan monolog
Reyhan M Abdurrohman dalam FASBuK edisi Agustus 2018

KUDUS - Meski peringatan HUT Republik Indonesia ke-73 sudah berlangsung hampir dua pekan lalu. Namun, aura perjuangan dan gelora kemerdekaan masih kental terasa dalam gelaran FASBuK di Auditorium Universitas Muria Kudus (UMK) Selasa (27/8) malam.

"Belanda menyerahkan kedudukan Kudus  kembali, berkat perlawanan rakyat yang tiada henti. Aku percaya Macan Putih Muria itu ada, merasuk ke jiwa-jiwa pemberani Indonesia," kata Reyhan M Abdurroh,an, membawakan karakter tokoh seorang kakek yang mengenang masa perjuangannya.
Tokoh yang sudah renta tersebut nampak memakai kostum baju lurik, celana hitam panjang, serta mengenakan kacamata karena penglihatannya tak lagi begitu jelas seperti masa mudanya. Dirinya bercerita mengenai perjuangan rakyat Kudus kala itu, sewaktu melawan Belanda pada Agresi Militer II pada 1948.

Hingga, pada 27 Desember 1949 kekuasaan berhasil dipertahankan melalui serangkaian perjuangan yang gigih. Salah satunya perintah perlawanan itu dipusatkan di Markas Komando Desa Glagah Kulon, Kecamatan Dawe.

Ketua Badan Pengurus FASBuK Arfin AM mengatakan, pada agustus ini  mengangkat sebuah pertunjukan dari beberapa penggiat seni dan sastrawan muda yang akan mengkreasikan karya puisi juga cerpen menjadi sebuah rangkaian cerita menarik. "Adapun beberapa karya yang diangkat bertajuk tentang kemerdekaan bangsa Indonesia, semangat perjuangan dan nilai-nilai sosial," ungkapnya.

Arfin menyebut, pertunjukan yang bertajuk "Membaca Makna" itu sebagai sarana untuk mengajak para penikmat seni sastra yang hadir agar dapat menikmati hari kemerdekaan bangsa melalui karya-karya sastra maupun seni pertunjukan.

Beberapa penggiat seni sastra yang tampil selain Reyhan M Abdurrohma, seorang penulis muda Kudus yang sudah menerbitkan karya-karyanya di berbagai media juga dalam bentuk buku. Juga menampilkan Eko Fery Febriyanto, Ahmad Junnanda dan Miladina Noor.

"Mereka tampil mengeksplorasi sebuah puisi maupun cerpen. Acara juga dilanjutkan diskusi," pungkasnya. (mg2/mg1)


Reyhan M Abdurrohman
Liputan di Lingkar Jateng

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih