Swift

Mendayung Impian Di Tengah Jerami - Tentang Novel Mendayung Impian

reyhan m abdurrohman
Resensi Novel Mendayung Impian di Rubik X-Presi Radar Lampung

Judul : Mendayung Impian
Penulis : Reyhan M Abdurrohman
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo
Terbit : Oktober 2014
Tebal : 308 halaman

Kategori : Novel Inspiratif (fiksi)


Annyeonghaseyo\

X-readers! Gimana kabar kalian hari ini? Baik-baik atau malah sebaliknya nih? Well, bagaimanapun kondisi kalian saat ini, tetap harus semangat dan tetap baca X-Presi ya! By the way hari ini X-presi akan mengulas salah satu novel inspiratif karya Reyhan M Abdurrohman dengan judul Mendayung Impian.

Novel setebal 308 halaman ini mengisahkan perjuangan besar laki-laki muda dalam meraih impian sederhana. Baginya memang harus ada yang dikorbankan dalam meraihnya. Sekalipun yang dikorbankan adalah sesuatu yang berharga.

Kisah seorang anak yang mempunyai cita-cita ingin menjadi orang berguna, yaitu menjadi seorang guru, pahlawan berjasa meski jasa itu tak tertanda. Namun ia dilarang oleh ayahnya. Yup, dia adalah Tevano atau Vano. Mampukah Vano merealisasikan mimpinya? Lalu bagaimana dengan sang ayah yangmelarangnya?

Kisah inspiratifnya akan terangkum bersama celotehan sahabat-sahabat kita yang telah membaca buku ini guys. Let's see!

Sahabat kita yang pertama bercerita ialah Olivia, mahasiswi IAIN Raden Intan Lampung, yang ditemui kru di salah satu pusat perbelanjaan kawasan Kedaton, mengaku telah membaca buku ini pada Januari lalu. Menurut cerita Olivia, Vano selama hidupnya selalu mengikuti kehendak orangtuanya.

Setelah lulus SMA, Vano melanjutkan studinya di Prancis, sesuai keinginan sang Ayah. Padahal saat itu dia udah lulus SNMPTN dengan mendaftar dengan uang tabungannya sendiri. Tapi apa boleh buat, SNMPTN ia korbankan, dan setelah lulus sarjana di Prancis Vano kembali ke Indonesia.
Tapi, tiba-tiba Pak Handoko, ayah Vano, memintanya melanjutkan S2 di Jerman. Vano yang baru pulang langsun menolah permintaan, apalagi harus kuliah di bidang yang tidak diminati. Selain itu, Vano ingin mewujudkan mimpinya jadi guru. Karena monal, dia berantem dengan ayahnya.

"Vano jadi kabur dari rumah, dia ke kampung Meliau, Kalimantan Barat," papar wanita berjilbab ini.

Sahabat kita lainnya nggak mau ketinggalan bercerita tentang kisah Vano ini adalah Anugrah, mahasiswi MIPA Kimia Unila. Anugrah mengatakan bahwa di Meliau, Vano mulai menggapai mimpinya dan menuai kisah percintaan bersama wanita bersama Lestari.
Di Meliau, Vano tinggal di rumah Apai Sahat, tetua di kampung itu. Vano mengenalkan dirinya sebagai Topan. Dia mengajar di SD Mini Penggerak. Di sanalah ia bertemu Lestari yang juga guru di SD Mini Penggerak. Ia awalnya tidak menyukai Topan. Tapi, lambat laun Lestari menyukai Topan, begitu pula sebaliknya.

"Tapi karena adat Meliau yang bilang bahwa pernikahan bisa berlangsung kalau keduanya warga kampung Meliau asli, jadi buat Topan dan Lestari cuma memendam perasaan. Mau tahu lanjutannya, baca sendiri ya?" kata wanita bermata sipit ini.

Anugrah lantas memberikan komentar tentang buku terbitan PT. Elex media Komputindo ini. Menurutnya, novel ini memiliki alur dan latar yang jelas. Selain itu membuat isi cerita yang bermanfaat bagi pembaca.

"Pokoknya ini tentang pengabdian dan panggilan jiwa, cita-cita yang luhur. Kita bisa belajar arti berbagi dan makna kebahagiaan yang luar biasa. Menghadapi konflik saat ingin meraih mimpi. Bagai meraih impian di tengah Jerami," tambahnya.

Ini menggambarkan perjuangan atas sebuah mimpi mencerdaskan anak bangsa. Menjadi sebuah pesan berharga yang menggugah kita atas nama kecerdasan Indonesia. Sentuhan pada cerita cinta menambah nikmat novel ini.

"Novel ini sangat bagus. Ada beberapa kosakata baru, tapi ada penjelasannya juga. Wajib banget buatdibaca, apalagi buat generasi muda seperti kita saat ini," ujar Rozalina, alumni SMKN 3 Bandarlampung. (snd/p5/c1/dna)


Artikel di atas diambil dari rubik X-presi Radar Lampung pada Minggu, 22 Februari 2015

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih