Swift

Membedah Kumpulan Puisi Menanam Hutan dengan Lenganmu Sendiri karya Fadlillah Rumayn

penyair kudus, kumpulan puisi keren, puisi romantis
Menanam Hutan dengan Lenganmu Sendiri

Bedah Buku

Minggu, 18 Maret 2018 lalu, Komunitas Fiksi Kudus menggelar bedah buku pada Forum Diskusi Kofiku. Buku yang dibedah adalah kumpulan puisi karya Fadlillah Rumayn berjudul "Menanam Hutan dengan Lenganmu sendiri" yang diterbitkan Parist. Acara sederhana yang dikemas dalam forum diskusi tersebut menhadirkan Fadlillah selaku penyair, dan Acik selaku pembedah, serta dipandu oleh saya sendiri selaku moderator.

Acik mengemukakan pendapatkan tentang buku kumpulan puisi karya Fadillah Rumayn ini. Dia bahkan memuji Fadlillah setelah tahu dari pemaparan Fadillah bahwa buku ini disusun ketika dirinya sedang hamil tua dan hendak melahirkan anak pertamanya.

Menurut Acik, masih ada beberapa yang perlu diperbaiki, dan ketidaklogisan suasana pada beberapa puisi dalam buku tersebut. Selain itu, perlunya ada pembagian bab atau sekalian ditentukan garis besarnya, karena ini adalah satu kesatuan buku. Pemilihan judul juga dianggap Acik kurang tepat karena kurang nendang dan kurang membuat penasaran dan menimbulkan pertanyaan. Tapi Acik tetap memuji dan mengapresiasi "anak" pertama Fadlillah Rumayn ini.

Selain mengomentari dan memberi usulan pada buku tersebut, Acik juga berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar puisi dan kesusastraan Indonesia. Lulusan Sastra Indonesia Undip ini juga menyambut beberapa pertanyaan dari peserta diskusi yang lain.

Kesimpulan Diskusi

Berikut yang dapat saya simpulkan dari diskusi pada acara tersebut:

Puisi adalah bunyi.
Puisi berasal dari kegelisahan yang dituangkan dalam kebebasan.
Puisi bisa saja melakukan :
- Penggantian makna kata
- Penyimpangan makna kata
- Penciptaan makna kata
Puisi yang sudah kita tulis sekarang, dapat ditambah/ dikurangi/ diperbarui lagi untuk jadi puisi baru.
Ada beberapa konsonan dalam kata yang memberikan efek "deg" pada kata tersebut: K, T, P, B, D, G.
Jangan mengeluarkan segala kata yang ada di kepala, lebih selektif dalam memilih kata agar indah.

"Jangan sekali-kali menanyakan maksud puisi pada penyairnya secara langsung, pantangan!!"

kumpulan puisi romantis
Bedah Buku Kumpulan Puisi Menanam Hutan dengan Lenganmu Sendiri

Tentang Menanam Hutan dengan Lenganmu Sendiri

Selain itu berikut adalah pendapat saya tentang buku kumpulan puisi "Menanam Hutan dengan Lenganmu Sendiri" karya Fadlillah Rumayn.

Judul : Menanam Hutan dengan Lenganmu Sendiri
Sehimpun Puisi Fadlillah Rumayn (@fadlillah_rumayn)
Spesifikasi : viii + 77 hlm, 14 X 20 cm
ISBN : 978-602-0864-10-5
Penerbit : Paradigma Institute (Parist)
Tahun : 2017

"Dan hari ini kau menanam hutan di pikiranku dengan lenganmu sendiri itu..." .

Seperti membaca hati seorang perempuan. Apa-apa yang tertulis adalah untaian kata dari hati dalam menafsirkan suatu perasaan bahagia, sedih dan miris. Terasa benar apa yang ditulis Fadlillah adalah dari hati, sehingga sangat mudah diterima hati pula.

Beberapa puisi memang agak sulit ditafsirkan jika hanya membaca sekali, tapi sangat asyik dinikmati berteman secangkir kopi. Kalimat yang terangkai indah dan merefleksikan apa yang sedang dirasakaan penulis. Puisi-puisi yang kebanyakan cukup panjang ini adalh hasil dari perenungan dan ungkapan jujur dari hati.

Berikut adalah beberapa cuplikan puisi dalam buku kumpulan puisi tersebut:

Aku ingin kita menjadi K dan I dan T dan A yang tak memiliki akhir atau lembar buram atau biji yang busuk
"Menanam Hutan dengan Lenganmu Sendiri" (hlm 3)

Aku pernah menyusu dari rasa sakitmu yang bertahun-tahun itu dan tak pernah ada luka di sana
"Berapa Jarak yang Harus Ditempuh untuk Sampai ke Dadmu" (hlm 13)

Decit kemudian buncit
tawa lalu kaya
paginya
usus tikus berderet deret
di aspal
"Pembalasan Tuhan" (hlm 21)

Kutahu bulan ada tiga
satu di langit
Dua lainnya masing-masing
Di Matamu
"Bulan" (hlm 55)

You Might Also Like

1 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih