Swift

Museum Tugu Pahlawan Surabaya - Catatan Menuju Grand Finale Unsa Ambassador 2018 #2


Museum Pahlawan Surabaya
Lantai 1 Museum Pahlawan Surabaya

Setelah terdampar dari jam tiga dini hari di Terminal Purabaya Surabaya, sekitar jam 7 rasanya ingin minum yang hangat-hangat.  Kami menuju ke deretan rumah makan dan toko yang ada di areal terminal tersebut. Kebetulan sekitar jam delapan kami sudah ada janji dengan teman-teman ketemu di Museum Tugu Pahlawan Surabaya. Kami nggak tahu di mana tugu tersebut dan harus naik apa agar sampai di sana.  Untung saja sekarang sudah ada ojek online yang begitu memudahkan dalam perjalanan. Langsung saja kami jalan kaki keluar terminal mencari lokasi yang kami anggap "aman". Setelah itu kami memesan ojek online (mobil). Sialnya lokasi kami ternyata belum "aman", kami masih harus berjalan sekitar 200 meter lagi.

Saya lupa siapa nama driver-nya, beliau ramah, beliau bercerita banyak hal tentang ojek online yang baru dilakoninya. Kebetulan temanku (Feri) juga ngojek online juga di Kudus, jadi obrolan mereka nyambung lah. Cukup lama karena memang jaraknya cukup jauh, membuat saya puas memandangi Surabaya dari balik kaca mobil.

Lokasi Museum Surabaya


Museum Tugu Pahlawan Surabaya terletak di tengah-tengah kota, tepatnya di Jalan Pahlawan Surabaya yang dekat pula dengan kantor Gubernur Jawa Timur. Awalnya saya kira ini adalah alun-alun karena memiliki tanah lapang yang cukup luas, ternyata bukan, meski secara administratif masuk di wilayah Alun-alun Contong.

Dari empat orang yang saya ajak janjian ketemu, belum ada yang terlihat batang hidungnya. Alhasil saya duduk-duduk di bangku trotoar sambil menikmati Surabaya ketika pagi. Wah, saya berandai-andai jika Kudus punya trotoar cukup lebar yang ada bangkunya gini, buat santai asyik kali, ya. Setelah menunggu, akhirnya Anggi nongol dianter abang ojek online, dan menyusul Mbak Arikmah Kamal di yang nongol dari arah parkiran (beliau ijin dari pekerjaannya, loh). Weh, Mbak Arikmah langsung ngajak sarapan dulu sambil nunggu museum buka, dan nunggu dua orang lain yang katanya masih di jalan. Mereka adalah Zi yang baru sampai dari Lombok dan  Aris RPP yang katanya mau otw, tapi nggak sampai-sampai. Bahkan sampai kami selesai sarapan pun, mereka belum nongol juga.

Nasi Kuning Surabaya
Sarapan dulu, biar kuat

Langsung saja kami berempat memutuskan masuk terlebih dahulu, sambil menunggu mereka di dalam, biara adem. Ternyata ada rombongan mahasiswa ITS dengan orang-orang dari luar negeri (terdengar dari pembicaraan mereka,  sepertinya dari China, tapi ada juga yang berwajah "barat", hais bukan oppa oppa). Ramai deh, ini museum. Di kawasan ini memang ada patung pahlawan, tugu pahlawan dan museum unik berbentuk seperti piramida.  Monumen Tugu Pahlawan Surabaya sendiri berdiri setinggi 41,15 meter dengan bentuk lingga tau paku terbalik. Tugu ini dibangun untuk mengenang arek-arek Suroboyo dalam  berjuang melawan Belanda, yang dikenal dengan Pertempuran 10 November 1945.

Museum 10 November Surabaya
Formasi lengkap

Di Dalam Museum


Tak jauh dari tugu, berdiri museum pahlawan yang bangunanya unik, karena berbentuk seperti piramida yang dikelilingi kolam. Ternyata museum ini  berada di bawah tanah. Setelah membeli karcis, kami masuk bersama rombongan dari ITS tadi. Dari pintu masuk langsung bertemu jalan ke bawah, di sini baru ngeh kalau museum ini di bawah tanah. Ada apa di dalam museum? Isi Museum 10 November Surabaya, ada banyak sekali benda-benda kuno peninggalan sejarah, entah asli atau replikanya saja. Ada patung yang bercerita tentang perjuangan, bambu runcing, pakaian perang,  diorama, uang kuno, perangko kuno dan masih banyak lagi. Sampai kami di dalam, Aris dan Zi memberi kabar kalau sudah sampai. Anggi dan Mbak Arikmah pun menjemput mereka di pintu masuk. Zi ternyata bawa teman yang katanya juga janjian di tempat ini, namanya Sindi. Jadi sekarang kami bertujuh.

Museum Pahlawan Surabaya
Lantai 1 Museum

Lantai 1

Museum Tugu Pahlawan Surabaya ini dibagi menjadi dua lantai. Di lantai satu atau dasar adalah zona Surabaya pada masa proklamasi, zona Surabaya pasca proklamasi, zona masa dan pasca pertempuran, ruang pertemuan, foto-foto perjuangan dan diorama elektrik semacam bioskop mini yang memutar film sekitar 10 menit. Kebetulan ada siswa-siswi TK yang berkunjung dan kami bisa nonton bareng mereka. Karena targetnya adalah anak-anak, maka diputarkan film versi animasi. Bioskopnya berbeda karena tiga dimensi, ada layar vertikal dan layar membentang horizontal, keren!

Monumen Tugu Pahlawan Surabaya
Piramid Gantung di Lantai 2

Lantai 2

Sedangkan di lantai dua terdapat zona pertempuran 10 november 1945, piramid gantung yang terpampang foto Ir. Soekarno dan tokoh lainnya, koleksi laskar rakyat, pernik peristiwa pertempuran Surabaya, foto-foto perjuangan, diorama statis 1 dan 2, dan dapur umum. Ya, yang bikin saya takjub adalah ada dua ruangan yang menyimpang diorama yang menceritakan tentang pertempuran Surabaya. Diorama tersebut dilengkapi dengan layar touchscreen yang akan keluar audio dalam pelbagai bahasa yang akan menceritakan tentang diorama tersebut. Canggih!

Di Museum Tugu Pahlawan Surabaya kita bisa merasakan bagaimana perjuangan arek-arek  Suroboyo pada masa itu. Banyak darah yang tumpah demi memperjuangkan kemerdekaan. Di sini kita dapat belajar sejarah dan mengetahui Surabaya di masa lampau. Ada juga quote-quote tokoh terkenal yang dapat menggugah semangat kita, terpampang jelas.

Tugu Pahlawan Surabaya
Diorama Statis di Lantai 2

Oh ya, di sini juga dilengkapi dengan fasilitas toilet dan musala. Di pinggir lapangan pun terdapat taman yang cukup rindang untuk istirahat dan bersantai. Buat main drone sepertinya juga asyik. Dari museum ini, kami memustuskan ke Museum BI, tapi di tengah perjalanan batal karena nggak tahu lokasi tepatnya, kami mengubah tujuan ke Museum Kesehatan yang katanya tidak terlalu jauh, kami jalan kaki.

Museum Pahlawan Surabaya
Maket Museum Tugu Pahlawan Surabaya

Setelah berjalan menempuh jarak yang lumayan, akhrinya kami sampai. Tapi kami kecewa, museumnya tutup, karena cuma beroperasi dari hari senin sampai jumat saja. Andai google map juga menyediakan informasi terkait lokasi yang akan dituju, kami tak akan merasa sia-sia. Tapi nggak papa, penting kebersamaan.  Aye!

_bersambung_


Di Dalam Bioskop

Layar Bioskop Terbagi dua


Museum Pahlawan Surabaya
Tugu Pahlawan Surabaya

Tonton juga videonya



Baca juga : Bus Kudus Surabaya - Catatan Menuju Grand Finale Unsa Ambassador 2018 #1

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih