Swift

Bus Kudus Surabaya - Catatan Menuju Grand Finale Unsa Ambassador 2018 #1

terminal bungurasih surabaya
Di Lantai Dua Terminal  Purabaya

Setelah diumumkan bahwa saya masuk dalam TOP 2 dan akan diundang ke Surabaya untuk menjalani sesi terakhir dalam pemilihan Unsa Ambassador 2018, saya langsung mencari indo tentang transportasi apa yang mudah, murah dan nyaman untuk ke Surabaya. Saya memang pernah ke Surabaya, tapi dalam rangka ziarah ke Sunan Ampel dan beberapa wali Allah di Jawa Timur. Jelas pengalaman ini tidak  bisa membantu banyak dalam perjalanan ini.

Setelah tanya beberapa  teman yang tahu, saya memutuskan naik bus Kudus Surabaya "sedapatnya saja" sekitar jam setengah sembilan di pinggir jalan dekat rumah. Perkiraan saya saya akan sampai jam setengah empat, karena sebelumnya saya sudah tanya teman Kudus Surabaya berapa jam? sekitar tujuh jam katanya. Saya akan menunggu subuh sebentar di Terminal Purabaya--yang lebih terkenal dengan Terminal Bungurasih--dilanjutkan dengan mandi dan menunggu pagi.

Jumat, 26 Januari 2018 saya meninggalkan rumah bersama Feri, teman yang saya ajak Orangtua khawatir dan menyuruh saya mengajak teman. Saat ijin sama orangtua dulu,  mereka langsung khawatir dan hampir tidak mengijinkan kalau tidak sama teman. Wahaha. Entah, orangtuaku tuh khawatiran orangnya. Tapi saya cuma bisa manut, soalnya ibu pun sering pikiran. Fix, saya ngajak Feri, dan diijinkan.

Tidak usah menunggu bis karena setibanya di jalan ada bus yang berhenti. Langsung saja saya naik, tapi terpaksa kebagian jok  paling belakang. Saya pun baru sadar bahwa yang saya tumpangi adalah Bus Ind*nesia yang terkenal ngebut itu. Benar sekali baru melangkah jantung saya sudah dibuat kerja keras karena deg-degan luar biasa. Bus yang saya tumpangi benar-benar ngebut,  salip dari kanan atau kiri sah saja, dan menyebabkan goncangan luar biasa. Yang semula ingin tidur di bus, jadi tidak bisa. Untung saja, saat  beberapa penumpang turun saya pindah ke jok depan, guncangan-guncangan yang timbul pun lumayan tidak terasa. Sebentar, saya menutup mata.

Dalam Bus Ekonomi

Tarif bus ekonomi Surabaya Kudus cukup murah yaitu Rp 48.000, tapi ... ya seperti itu kondisi busnya. Bus dengan jok 3-2, tanpa AC dan pintu bus yang terbuka lebar. Sebenarnya agak tidak nyaman, tapi kembali ke awal, saya tidak pilih-pilih bus, karena memang lewatnya itu, yasudah itu yang dipilih. Daripada pilih-pilih, eh kalau nggak dapat bus, malah berabe.

Entah sampai tol mana, bus berhenti. Kernet membangunkan penumpang dan menyuruh penumpang turun pindah ke bus AC dengan jok 3-2 yang sudah menunggu di sebelahnya, kami dioper. Awalnya bingung, karena ini kali pertama naik Bus Kudus Surabaya. Bus berjalan santai, sangan bertolak belakang dengan bus tadi, padahal dari perusahaan yang sama. Busnya pun nyaman dan sangat dingin AC-nya sampai saya menggigil. Kira-kira  sejam setelah itu bus kami sampai di Terminal Purabaya. Saat saya tengok jam  di HP masih menunjukkan pukul tiga kurang. Tidak sesuai rencana, ini terlalu pagi!

Kami langsung menuju ke gedung utama. Sebelumnya saya sudah mencari tahu seperti apa Terminal  Bungurasih itu, dan ternyata sama seperti di youtube, besar dan megah serta bersih. Keren sekali! Kami duduk menunggu subuh di ruang tunggu gedung utama di lantai dasar. Ternyata ada juga orang yang menunggu di situ.

Kalau boleh saya sebutkan fasilitas yang dimiliki Terminal Purabaya ini cukup lengkap, seperti :

  1. Mushala
  2. Toilet
  3. Tempat Penitipan Barang
  4. Coffeshop
  5. Eskalator
  6. Ruang Tunggu
  7. Ruang Tunggu Keberangkatan
  8. Area Merokok
  9. Area makan
  10. Toko oleh-oleh
  11. dsb.

terminalpurabaya
Lantai Dua Terminal  Bungurasih

Terminal ini cukup bersih. Menunggu di sini pun cukup nyaman. Terlihat beberapa orang pun tidur di lantai, di sudut-sudut ruang tunggu atau di bawah tangga dan sebagainya. Sedangkan kami duduk dan mencoba memejamkan mata di kursi tunggu,  tapi tidak bisa. Yasudah, yang penting bus istirahat.

Jadi ruang utama terminal ini terdiri dari dua lantai. Di lantai bawah cukup luas, yang sebagian tersedia deretan kursi untuk menunggu. Di sudut sebelah kanan ada tempat penitipan barang, mushala dan toilet. Sedangkan di lantai dua adalah ruang tunggu untuk keberangkatan. Nanti akan melewati lorong di atas untuk menuju bus yang siap berangkat di bawahnya, sudah semacam bandara gitu.

Di lantai dua pun berdiri coffe shop, mushala, toilet dan toko makanan. Setelah azan subuh terdengar, kami pun salat di mushala lantai dua. Memang rencana awal mandi di terminal, tapi setelah salat, saya mendadak malas mandi. Yasudah nanti saja, nggak bau kok, kan ada minyak wangi...

Sebenarnya ada kok Bus Kudus Surabaya yang lain, cuma saya kurang tahu pasti lewat jam berapa dan sampai jam berapa. Ini juga jadi salah satu alasan kenapa saya berangkat jam setengah sembilan, takutnya kalau kemalaman nggak ada bus, meski teman saya sudah bilang busnya 24 jam.

__bersambung__

Baca selanjutnya : Museum Tugu Pahlawan Surabaya - Catatan Menuju Grand Finale Unsa Ambassador 2018 #2

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih