Swift

Proses Penerbitan Buku Kata Kota - Antologi Puisi Kofiku 2017

Bukunya Kofiku Kata Kota
Buku "Kata Kota" dan Launchingnya - Foto oleh Brilian
Sebenarnya "Kata Kota" ini bukan buku yang pertama kali kami tangani proses penerbitannya. Sebelumnya Komunitas Fiksi Kudus sudah menerbitkan buku secara mandiri berjudul "Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar" yang merupakan kumpulan cerpen tanpa seleksi. Ya, ini yang menjadi pembeda dari segi keribetannya, karena "Kata Kota" ini melewati proses seleksi yang cukup panjang. Namun sebenarnya alur penerbitan buku adalah sama.

Dalam pengumpulan karya puisi untuk dibukukan kami menggelar lomba puisi Kofiku 2017 yang bertajuk "Bebas Berkreasi Lewat Puisi" dengan mengusung tema Kudus. Proses pengumpulan naskahnya pun kurang lebih berlangsung selama satu bulan. Setelah itu pekerjaan selanjutnya yang susah dan panjang, karena sebelumya kami diharuskan merekap semua naskah yang masuk dan sesuai persyaratan dengan memisahkan naskah dan nama penyairnya, agar nantinya juri dapat bertindak objektif.

Reyhan M Abdurrohman
Launching "Kata Kota" - Foto oleh Brilian

Setelah terekap dengan baik, kami  mengajukan puisi-puisi tersebut ke dewan juri yang dalam lomba ini kami menunjuk dua juri dari luar dari dua generasi yang berbeda. Juri pertama adalah Bapak Mukti Sutarman Espe yang seorang penyair senior di Kudus, sedangkan yang mewakili penyair kekinian adalah Rhy Husaini yang merupakan penyair berbakat yang karya-karyanya luar biasa. Ternyata waktu yang diminta juri untuk menentukan puisi lolos hingga pemenang melebihi dari tanggal yang sudah direncanakan. Tapi akhirnya kita bisa mendapatkan puisi yang lolos dan pemenang secara objektif. Selanjutnya kami merekap ulang dan memasukkan lagi nama penyair untuk selanjutnya masuk tahap editing.

Editing

Nah, setelah naskah siap inilah baru bisa disebut masuk ke proses  penerbitan buku. Spesialnya antologi kali ini kami bekerja sama dengan Komunitas Doodle-Art Kudus (DAK) untuk membuatkan ilustrasi dan gambar covernya. Sambil DAK membuat ilustasi, proses editing pun berlangsung. 

Layout

Setelah proses editing selesai, tahap selanjutnya adalah me-layout-nya menjadi sebuah buku. Ilustrasi yang sudah jadi ditata dan ditempatkan sesuai temanya. Font dipilih yang tepat dan baik.  Proses ini pun kami kebut karena waktunya sudah molor. Layout ini akan mempengaruhi kenyaman pembaca dalam membaca buku kita nanti, maka  harus dikerjakan dengan baik.

Desain Cover

Cover atau sampul buku adalah part yang juga penting bagi sebuah buku, karena yang dilihat pertama kali adalah sampulnya. Sampul pun mewakili isi buku dan diusahakan terlihat enak dilihat dan mencuri perhatian. Dalam kasus kami sekarang, gambar cover sudah digambarkan oleh DAK, kami hanya mengaplikasikan dan menyesuaikan menjadi sebuah cover yang pas.

Pra-Cetak

Jadi proses penerbitan buku sebelum masuk tahap cetak adalah kita harus meneliti ulang setelah di-layout karena bisa jadi masih ditemui kesalahan di sana-sini. Proses ini pun bisa dilakukan berulang-ulang untuk meminimalisir kesalahan.  Bahkan di antologi "Kata Kota" ini yang melakukan pengecekan hingga beberapa orang.

Pengajuan ISBN

Yang bisa mengajukan ISBN adalah penerbit yang berbadan hukum dan sudah terdaftar di isbn.perpusnas.go.id. Karena Kofiku Media belum berbadan hukum, maka kami  bekerja sama dengan Penerbit WR Tsani Media untuk mendapatkan nomor ISBN. 

Proses Cetak dan Publikasi

Kami pun bekerja sama dengan percetakan di luar kota untuk mendapatkan hasil terbaik dan pas di kantong. Setelah cetak selesai, buku sudah siap diedarkan. Kami pun membuat semacam launching yang dikemas sederhana, santai namun bermakna.

Buku Kata Kota Kofiku
Membedah Buku "Kata Kota" - Foto oleh Brilian

Begitulah proses penerbitan buku. Saya pikir hampir semua buku di penerbit mana pun prosesnya sama. Kebetulan kami menerbitkannya secara mandiri, jadi memang agak ribet karena harus ditangani sendiri. Bagi kamu yang berminat atau akan menerbitkan novel  hasil karya sendiri atau karya tulis lain kira-kira beginilah tahapannya.

Untuk buku "Kata Kota" ini, alhamdulillah bisa kita terbitkan dengan baik meski benar-benar sangat mundur dari yang sudah direncanakan sebelumnya. Tapi tak mengapa, bukankah manusia hanya bisa merencanakan, tapi Tuhan-lah yang menentukan.

You Might Also Like

4 komentar

  1. Sukses selalu ya buat Kata Kota? :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mbak Anisa :) Sukses juga buat AE Publishing

      Delete
  2. Jadi pengen nerbitin buku. :D Yang khusus resep kuliner

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kak, sudah banyak jalan mewujudkan impian menjadi penulis

      Delete

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih