Swift

3 Film yang Paling Berkesan

#KampusFiksi 10 Days Writing Challenge sudah memasukki hari ke-5, dan sampai pada pertanyaan 3 film yang paling berkesan. Em... tentang  film, ya. Sebenarnya banyak film yang cukup berkesan, dan beberapa di antaranya produksi Thailand. Film dalam negeri pun sebenarnya banyak yang bagus, hanya saja kelemahan dari film yang diangkat dari novel, sering kali mengecewakan, dan banyak juga film yang sesungguhnya berkualitas malah minim penggemar dikalahkan film baper-baperan.

Bingung sebenarnya mau nulis 3 film yang paling berkesan di sini, tapi akan coba saya tuliskan, paling tidak berikut adalah film yang cukup teringat di memori saya.  Jika film tersebut tetap teringat dan bahkan masih terbayang, saya kira itulah film yang dianggap berkesan.

My True Friend / Friend Never Die

film friend never die
My True Friend (c) artebia.com

Ini adalah film Thailand bertema genster. Film ini diproduksi tahun 2011. Yang paling saya ingat dari  film ini adalah kisah persahabatan Geng Sperm. Film ini diwarnai adegan-adegan brutal semacam gengster. Tapi banyak nilai-nilah persahabatan dan kehidupan yang dapat diambil oleh penonton. Mario Maurer berhasil membawakan sosok Gun yang pemberani dan peduli sebagai ketua geng. Ada juga tokoh Song yang sangat lemah, dan pada akhirnya bisa berubah. Saat nonton film ini saya sempat berkhayal, "Andai saya punya sahabat semacam Gun yang hampir sempurna." 

Karena nilai-nilai luar biasa yang termuat dalam film tersebut yang bikin film ini berkesan di hidup saya dan masih saya ingat alur ceritanya.  Berikut adalah salah satu kutipan yang keren di film tersebut:

"Bagiku, menyayangi teman, bukan berarti memanjakan mereka. Jika mereka salah, aku harus mengingatkannya. Walaupun itu membuat mereka marah. Persahabatan tidak hanya sehari, dua hari, tapi selamanya."

Suck Seed

film suck seed
Suck Seed (c) doramax264.com

Lagi-lagi film Thailand yang bertema  persahabatan. Bedanya dengan film My True Friend, di sini tak ada perkelahian atau sejenisnya. Genre filmnya pun komedi romantis. Jadi kisah persahabatan yang dibumbui cinta diracik dengan pelengkap komedi bikin film ini segar. Film yang menggunakan musik sebagai benang merahnya ini bercerita tentang persahabatan dua tokoh dalam mewujudkan impiannya dalam bermusik. Namun hubungan keduanya putus gara-gara seorang cewek.

Hormones The Series

hormones the series thailand
Hormones The Series (c) hanyaspik.blogspot.co.id

Maaf, untuk yang ketiga saya memilih serial, bukan film. Dan maaf, lagi-lagi film Thailand. Serial Hormones 1 cukup sukses di pasaran Thailand dan luar negeri,  dan diproduksilah Hormones 2 dan 3 yang harus menjaring talent-talent berbakat baru. Di Hormones 2 muncul bintang baru seperti Bank Thiti, James Teeradon dan Pearwah. Bukannya pemain Hormones 1 kalah saing, tapi pemain hormones 2 atau yang disebut next gen ini datang sebagai pelengkap cerita.

Di Hormones The Series di tiga-tiganya musim ini menceritakan realita kehidupan remaja SMA Thailand yang saya pikir relevan juga dengan kondisi remaja SMA di Indonesia. Jadi ada banyak cerita yang disajikan mulai dari persahabatan, cinta, pengkhianatan, pemberontakan hingga hubungan homosex (gay dan lesbi). Hormones berusaha menyajikan kejujura cerita, seolah dengan lantang menyatakan, "Inilah kondisi remaja sekarang."

Tidak hanya memaparkan kondisi remaja dengan segudang persoalan yang pelik, tapi di sini juga disajikan bagaimana langkah menghadapi persoalan tersebut. Sasaran film ini tidak hanya remaja, tapi cocok juga untuk kalangan orangtua yang berkewajiban memantau perkembangan anak-anaknya. Pokoknya saya berkesan banget dengan serial yang sayangnya sudah tidak akan dilanjutkan lagi. Hormones The Series 3 adalah akhir perjalanan kisah para tokohnya.

Hehe, ternyata yang saya tulis film Thailand semua. Ya, dari film-film itu bikin saya menggemari film Thailand. Cerita yang diangkat biasanya cenderung sederhana, namun eksekusinya luar biasa. 3 film yang paling berkesan di atas pun sudah banyak mengantongi penghargaan, maka tak heran jika banyak pula fans mereka, di dalam Thailand atau di luar Thailand.


*) tulisan ini diikutkan dalam #KampusFiksi 10 Days Writing Challenge 

You Might Also Like

8 komentar

  1. Wew, suck seed emang keren deh! :D Aku ngefans sama Koong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Haha kocak, seru dan banyak nilai positifnya. Aku suka ern :D

      Delete
  2. Ketiga2nya belum lihat. Aku kudet. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo kak ditonton. Bisa download gratis kok :D Itu film lama sih.

      Delete
  3. Penyuka film thailand nih ceritanya. Awalnya kupikir film Korea. ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kak. Suka sama film dan serial Thailand :)

      Delete
  4. Suck Seed udah, dan emang bagus. My True Friend lupa lagi udah nonton apa belum ya. Dan yg sinetron terakhir itu sering disebut juga, tapi belum ditonton-tonton.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hormones ada di youtube kak. Ditonton aja. Seru kok

      Delete

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih