Swift

Cerita Dibalik Penerbitan Buku Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar

kumpulan cerpen terbaik
Buku Gagak bersanding dengan Buku Mendayung Impian

Komunitas Fiksi Kudus memang sudah melewati tahun pertamanya terbentuk, tapi rasanya belum banyak hal yang sudah terjadi darinya. Memang proses pembentukan komunitas bagi pecandu fiksi ini tidaklah melewati proses yang panjang dan ribet. Kami terbentuk dari ocehan kecil yang selanjutnya tertindaklanjuti hanya lewat diskusi ringan dan pada akhirnya di kopi darat pertama, yang bertepatan dengan buka bersama, dikukuhkan pula pembentukan Kofiku. 

Dalam perjalanannya Kofiku seolah tak ada kehidupan, karena memang kegiatan offline kami sangat jarang diselenggarakan, tapi kami masih terus berhubungan di lewat media online. Kami mencoba berproses dan berprogres agar komunitas kecil yang lahir tanpa ayah-ibu ini bisa terus berkembang dan terus ada. Di awal-awal kami pun sempatkan berkunjung ke Yasika FM guna memperkenalkan Kofiku lewat talkshow "Nongki" yang sekarang populer jadi ajang pamer komunitas. Proyek menulis pun kami buat agar kofiku "terlihat" meski kami tahu bukan perkara gampang untuk mewujudkannya. 

Ada saja penghalang yang mengakibatkan proyek menulis novel bersama itu terkatung-katung bahkan berhenti. Ini semua sudah keluar dari target awal kami. Ya, kami sendiri menyadari bahwa kami perlu men-solid-kan keanggotaan kami terlebih dahulu, untuk melangkah selanjutnya. Kofiku pun sempat tak bernyawa, tapi kami terus berupaya untuk tetap ada karena kami bukan komunitas yang hanya terbentuk, lalu mati

komunitas menulis kudus
Background ini karya Kudus Street Art

Kami pun mencari teman, dengan bergabung dengan komunitas lain dalam acara-acara yang digalakkan seperti 17-an Komunitas Kudus dan Darah Muda Sumpah Pemuda (acara donor darah, stand komunitas dan perform komunitas), kemarin. Momen Darah Muda Sumpah Pemuda kemarin adalah titik bangkit kita karena tepat di acara tersebut kami sudah bisa memamerkan karya. Ya, buku Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar adalah karya bersama kami yang pertama. 

Tentunya buku itu bukanlah proyek pertama kami yang sampai seakarang belum berujung (mohon doanya biar cepat kelar). Dari "Buku Gagak" tersebut kami berharap ini adalah pintu yang terbuka untuk menapaki jalan yang lebih terang dan mulus. 

Ada cerita unik di balik "Buku Gagak" tersebut. Pembuatan buku ini terbilang singkat dan tak terkonsep. Setelah meet-up pertama acara Darah Muda Sumpah Pemuda, kami langsung sepakat untuk membuat antologi untuk ditampilkan di stand komunitas di acara tersebut. Ya, acara itu adalah cambuk bagi kita untuk menyusun buku ekspres tersebut. Kami langsung mengumumkan ke anggota bahwa kami sedang mencari cerpen yang siap terbit dalam waktu sekitar lima hari-an. Kami pun mengundang Kak Imam Khanafi yang notabene penulis senior untuk mensuksekan buku ini. Kami pun sangat membuka kesempatan untuk anggota yang baru bergabung asalkan bisa tepat deadline

Akhirnya terkumpullah cerpen-cerpen dari berbagai genre dan gaya bercerita yang malah bikin "Buku Gagak" ini unik. Ada cerpen yang bernapaskan Harry Potter, ada pula cerita romance khas remaja, dan cerita pengalaman pribadi yang mencoba sedikit di-fiksi-kan. Buku ini serupa pelangi yang berbeda namun perbedaan itu yang bikin lebih indah dan komplit. 

Sambil pengumpulan cerpen tersebut saya pun nyicil me-layout sekaligus mengeditnya, dan setelah ditentukan judul buku yang dipilih dari judul cerpen yang unik dan terkesan bagus serta bikin penasaran, langsung saja saya desainkan cover-nya. Jadi sebelum cerpen terkumpul semua, cover buku itu sudah jadi terlebih dahulu. 

Setelah selesai tahap editing, layout dan cover, langsung draft-nya saya ajukan ke percetakan. Di tahap ini saya benar-benar berterima kasih kepada tim percetakan yang mau saya buru-buru hehe. Buku selesai cetak lebih cepat dari target. Jelas ini kebahagiaan tersendiri bagi kami. 

Buku ini memang cepat dalam proses penyusunannya, maka dari itu masih banyak ditemukan kesalahan dan kekurangan. Dan ini bukanlah menjadi akhir, tapi awal untuk terus berkarya. Saya pun menghimbau pada kontributor untuk terus meningkatkan kualitas tulisannya dan tetap istiqomah untuk menulis. Buku ini bak oase setelah setahun bak komunitas yang tak punya apa-apa untuk diceritakan.

buku karya komunitas fiksi kudus
Foto bersama "Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar"

Berikut adalah spesifikasi buku Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar

Judul Buku
Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar

Penulis
Komunitas Fiksi Kudus
Fadlillah Rumayn - Hidayatus Sholikah - Heri Sutrisno
El Eyra - Tony Ar-rofa - Izzatun Nada - Imam Khanafi
Firda Haruma - Bayu Rizqi Sutanto
Kang Aa..TM - Esok Wasesa - Reyhan M Abdurrohman

Editor
Reyhan M Abdurrohman

Sampul
Roeman-Art

Layout
Roeman-Art

Spesifikasi
vi + 130 hlm. 13 X 19 cm

Penerbit
KOFIKU Media

Harga
Rp 35.000,-


Berikut ini adalah sinopsis singkat buku Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar

 Dan setiap tanggal 29 september Jaeger pergi ke jurang Babi Yar. Duduk di atas bebatuan hampir tengah malam menanti kedatangan Azalea.   Namun,  yang  dilihatnya hanyalah sekawanan gagak hitam berkoak di dahan. Seakan memberitahukan bahwa kekejaman telah membuat mereka menjadi arwah penasaran. Mata Jaeger menangkap gagak hitam yang bertengger di dahan lapuk dengan nyalang biru memandang. Jaeger menatap lamat  gagak  itu.   Jaeger merasakan ada semacam kekuatan gaib di mata gagak itu. Mata teduh yang sama dirasakan Jaeger saat pertama kali menatap Azalea.
(Sekawanan Gagak di Jurang Babi Yar, karya Heri Sutrisno)


Konon salah seorang warga desa yang tengah memotong bambu di dekat rumahnya, melihat Purau melempar batu tiga kali ke arah   danau   lalu   beberapa   ekor  Gagak menghampirinya. Selepas itu seperti kepercayaan mereka, “Setelah ini kau yang mati.”   Salah seorang warga desa meninggal dunia. Tiada yang paham benar bagaimana itu dipastikan terjadi, pasalnya Mbah Parmin yang memorgoki janda itu keburu meninggal dunia beberapa minggu setelah peristiwa yang “diduga” tertangkap basah itu. 
(Perempuan Pemanggil Gagak, karya Izzatun Nada)

antologi cerpen komunitas fiksi kudus

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih