Swift

Menjelajahi Pesona Air Terjun Kedung Gender Kudus

air terjun kedung gender kudus
Berenang di Air Terjun Kedung Gender

Mungkin orang-orang lebih mengenal Kudus dari menara peninggalan Sunan Kudus yang unik, atau malah kenal Kudus sebagai tempat lahirnya pemain badminton kelas dunia yang melegenda. Memang kabupaten yang terletak di kaki Gunung Muria ini adalah kabupaten terkecil di Jawa Tengah, tapi jangan salah, kabupaten ini bisa dibilang menyimpan pesona wisata yang bikin geleng kepala. Semakin ke sini, potensi wisata Kabupaten Kudus terus digali dan dikembangkan, sehingga muncullah nama-nama baru tempat wisata yang langsung nge-hits dan terkenal. Salah satu tempat wisata keren di Kudus adalah Air Terjun Kedung Gender Kudus.

Mungkin nama air terjun tersebut masih asing di telinga orang Kudus. Ya, memang belum banyak yang tahu kalau selain Air Terjun Montel yang juga berada di Gunung Muria, Kudus juga punya beberapa air terjun yang namanya melejit belakangan ini. Lokasi Air Terjun Gender Muria ada di Dukuh Waringin. Namun akan lebih mudah jika melewati akses Dukuh Ceglik, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Air terjun ini berada di lereng Gunung Muria dan memang sumber mata airnya berasal dari Gunung Muria. Tak perlu khawatir akan tersesat, karena Karang Taruna Wadansari Desa Japan sudah memasang banner besar dan petunjuk jalan.

Kemarin, Rabu 14 September 2016, dalam rangka memanfaatkan sisa hari libur tasrik saya bersama Owi  melancong menuju ke air terjun yang sering banget jadi bahan gosip. Awalnya kami ragu apakah air terjunnya benar-benar indah seperti yang di foto-foto yang bertebaran di medsos? Selain itu kami pun tidak tahu jalan di Desa Japan. Memang sih saya pribadi pernah ke Japan, tapi sudah lupa. Tapi ternyata langkah kami dipermudah dengan adanya banner petunjuk. Rupanya warga sekitar sudah peka dengan kehadiran wisatawan yang penasaran.

Air Terjun Kedung Gender Kudus
Air Terjun Kedung Gender yang Mempesona

Pesona Air Terjun Kedung Gender

Karena bukan libur nasional (tanggalnya hitam) tidak banyak pengunjung yang datang. Akhirnya bisa benar-benar mententramkan jiwa, hehe. Saat kami tiba hanya ada sekelompok remaja pria yang sedang berenang. Kami langsung duduk melepas lelah sambil memandangi air terjun yang ternyata benar-benar cantik. 

Memang Air Terjun Kedung Gender Kudus tidak terlalu tinggi, tapi pemandangannya benar-benar indah. Alamnya masih terjaga dan udaranya sangat sejuk. Lihat saja yang habis berenang malah kedinginan gitu. Lumayan bisa menenangkan pikiran karena jauh dari hiruk-pikuk kota. Di bawah air terjun terdapat kolam yang tidak terlalu dalam dan memiliki air yang bening. Pengunjung yang datang pun biasanya langsung menceburkan diri ke bawah air terjun untuk merasakan sensasi mandi di bawah air terjun yang masih alami.

Jika enggan berenang--seperti kami--karena tidak membawa baju ganti jangan khawatir, bisa kok duduk-duduk santai di atas batu-batu besar yang berada di aliran sungai di bawah air terjun. Bisa juga bermain air di aliran sungai tersebut yang airnya pun bening. Jangan lupa mengabadikan momen indah tersebut dengan berfoto, seperti kami tentunya. Spot foto di sini menarik. Kamu bisa foto di kolam, di atas batu, di sungai atau di bawah tebing. Tapi tetap hati-hati karena batu-batu di lokasi tersebut cukup licin. Tetap jaga keselamatan dan jangan buang sampah sembarangan.

Air terjun kedung gender kudus
My trip my adventure, cuyy!

Memang belum banyak fasilitas yang tersedia di sini, karena memang masih ramai dikunjungi oleh wisatawan. Sekitar 100 meter dari lokasi terdapat beberapa penjual minuman dan makanan ringan. Jadi tak usah khawatir akan kehausan dan kelaparan setelah menempuh perjalanan sekitar 10 menit menuju lokasi dari areal parkir. Di sini juga sedang dibangun areal bilas dan ganti pakaian. Tempatnya semacam bilik dari terpal, mungkin masih dalam tahap pembangunan. Di sini juga belum tersedia toilet umum. Potensi wisata air terjun di desa Japan ini benar-benar diperhatikan oleh masyarakat sekitar. Itu terlihat dari pembangunan akses jalan setapak menuju lokasi agar lebih aman dan mudah. 

Saya malah membayangkan bagaimana jika sebelum dibangun, pasti cukup berbahaya karena tidak ada pegangan dan jalurnya cukup terjal. Untung saja masyarakat sekitar sigap dengan kondisi yang "mendadak ramai" oleh wisatawan yang datang.

Menurut penuturan salah satu warga yang menyediakan jasa parkir, ternyata air terjun ini sudah ada sejak lama dan dari dulu pula memang bernama Kedung Gender. Namun baru satu bulan terakhir ini ramai oleh pengunjung sejak pertama kali beritanya diposting oleh portal media online lokal Kabupaten Kudus. Menurut pengakuannya, anak muda sini yang iseng mengunggahnya ke media sosial dan malah ... BOOM!! jadi populer. Sejak saat itulah mulai ramai diperbincangkan dan dikunjungi. Netizen juga berbondong-bondong memamerkan keindahan air terjun tersebut dengan mengunggahnya di media sosial seperti instagram, facebook atau twitter. Dengan bantuan media sosial semacam itu membuat air terjun yang dulunya sama sekali tidak terkenal kini menjadi potensi wisata yang patut dikembangkan.

air terjun kedung gender muria
Peace, alay mode on

Rute Menuju  Air Terjun Kedung Gender


Untuk menuju ke lokasi Air Terjun Kedung Gender sangatlah mudah. Dari pusat kota, langsung menuju ke utara, ke arah Gunung Muria. Jalan yang dilewati akan terus menanjak. Diharap berhati-hati lewat jalan tersebut karena jalan itu  biasa dilewati oleh bus. Jika sudah sampai di terminal wisata langsung mengambil arah ke Desa Japan. Ikuti jalan utamanya hingga bertemu dengan jembatan, langsung berbeloklah ke kanan. Di pertigaan ini kamu akan ketemu dengan banner petunjuk  jalan, kok. Di sepanjang jalan  ini pun akan ketemu dengan petunjuk jalan yang pasti akan memudahkan pengunjung.

Memang jalan di Desa Japan menuju  ke lokasi parkir berkelok dan naik-turun sehingga harus benar-benar hati-hati. Lebih baik jangan memacu kendaraanmu cepat mengingat jalannya juga tidak terlalu lebar. Nanti kamu akan bertemu petunjuk lokasi parkir. Memang lokasi parkirnya berada di halaman rumah warga. Tarifnya cukup murah kok, Rp 2.000,- saja. Dari tempat parkir tersebut kamu harus berjalan kaki melewati jalan setapak  yang naik-turun pula. Kamu akan melewati hutan yang kurang lebih memakan waktu 10  menit. 

Jika sudah terlihat aliran sungai di bawah, itu tandanya kamu hampir sampai. Setelah sampai di sungai, kamu masih harus menyusuri sungai tersebut yang akan membawamu ke lokasi air terjun yang indah tersebut. Akses jalan setapak tersebut sudah dibangun oleh warga sekitar sehingga lebih aman. Untuk masih di lokasi air terjun tidak dikenakan tiket masuk retribusi alias gratis. Entah ini akan bertahan hingga kapan, saya sendiri belum tahu. 

Masih penasaran dan bahkan makin penasaran dengan air terjun yang "baru ditemukan" ini? segera saja datang ke Air Terjun Kedung Gender Kudus dan buktikan sendiri keindahan air terjunnya. 

air terjun kedung gender kudus
Galau ya, Mas?

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @visitjawatengah (www.twitter.com/visitjawatengah)

You Might Also Like

0 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih