Swift

Mengenal RA Kartini Lewat Museum Kartini di Jepara

museum kartini jepara

Sebelum pulang ke Kudus, dari Pantai Teluk Awur, saya mengambil jalan kota. Sengaja memang, karena saya belum pernah lewat kota (lebih tepatnya alun-alun Jepara). Saya bisa dibilang buta dengan jalan derah kota ini. Bekal saya hanya dua,GPS dan plang penunjuk jalan. Entah ada apa hari itu (minggu, 7 Agustus 2016) jalanan kota sangat lengang, saya pun memacu motor matic milik Refi dengan santai. Saat melewati alun-alun mata saya menangkap bangunan museum di sebelahnya, ya, itu adalah Museum Kartini di Jepara. Iseng saya ngajak si Refi untuk bertandang, eh dia malah setuju. Ya sudah saya puter balik, karena memang sudah terlewat dan mendatangi museum yang berada di pojokan alun-alun.

Sebenarnya museum ini tidak terlalu besar. Di depannya ada areal parkir yang tidak cukup besar. Saya pun sempat kebingungan di mana areal parkir  dan pintu masuk untuk sepeda motor, karena memang tidak ada papan penunjuknya. Akhirnya saya tanya sama pedagang kaki lima di depan museum tersebut. Ternyata real parkir sepeda motor ada di dalam, yakni di samping gedung utama museum.

ra kartini

Langsung saja saya membeli tiket masuk seharga Rp 4.000 per orang (untuk hari libur) dan langsung masuk ke gedung pertama museum. Museum yang berdiri pada tanggal 30 maret 1975 ini berdiri di lahan seluas 5.21o meter persegi. Museum ini terdiri dari tiga gedung utama yang jika dilihat dari atas akan membetuk huruf K, T, dan N atau yang merupakan singkatan dari KARTINI. Pada tanggal 21 April 1977 baru diresmikan oleh Bupati Soedikto, padahal pada saat pembangunannya pada masa Bupati Soemarno Djojomardowo.

Museum ini menyimpan benda-benda peninggalan RA Kartini dan kakaknya Sosro Kartono. Selain itu terdapat pula lukisan RA Kartini yang berukuran besar dan bangsawan lain yang berpengaruh. Terndapat pula karya kerajinan ukir  khas Jepara. Sebagian benda peninggalan RA Kartini di sini masih asli dan benar-benar dijaga keasliannya. Selain itu terdapat pula tulang-belulang sebuah ikan besar yang dahulu ditemukan terdampar di perairan Jepara.

museum ra kartini jepara

Sebenarnya dari ketiga gedung utama yang dimiliki museum ini, masih terbagi lagi menjadi empat ruang utama yakni:

  • Ruang pertama yang menjadi badan dari gedung K adalah ruang yang menyimpan benda-benda peninggalan RA Kartini dan foto-foto yang menggambarkan kisah hidupnya. Di sini Anda seolah diajak ke masa di mana Kartini masih hidup. Ruh kartini seolah hadir menemanimu.
  • Sedangkan di Ruang ke dua menyimpan benda-benda peninggalan kakaknya, Sosro Kartono. Ruang ini masih menjadi bagian dari gedung K, yakni menjadi kakinya.
  • Ruang ke tiga adalah ruang di mana benda-benda kerajianan khas Jepara di pamerkan. Kerajinan tersebut antara lain: kain tenun Troso, ukir khas Jepara, anyaman bambu dan rotan.
  • Ruang ke empat adalah gedung T yang menyimpan tulang ikan raksasa yang masuk dalam keluarga Paus Gajah yang bernama Ikan Joko Tua. Selain itu terdapat pula koleksi keramik, patung dan gentong tua yang masih terawat dengan baik.

museumkartini


Gedung-gedung tersebut saling terhubung satu sama lain. Sementara di bagian depan sebelum pintu masuk ke gedung pertama tadi terdapat patung Kartini yang menjadi ikon ikon museum tersebut. Terdapat pula andong yang biasa digunakan untuk berfoto para pengunjung. Tak ada salahnya berkunjung ke Museum Kartini di Jepara untuk menambah wawasan dan rasa nasionalisme kita. Jika bukan kita, siapa lagi yang mau menghargai dan mempelajari sejarah?

Bagaimanapun RA Kartini adalah pahlawan nasional yang sangat berjasa bagi Indonesia. Maka layak untuk kita kenang. Seharusnya tak ada lagi pro-kontra dan adu argumen tentang peringatan hari Kartini atau simbol Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita. Tunggu apa lagi? segera saja datang ke museum ini dan jelajahi kehidupan RA Kartini di masa lampau.

museum kartini jepara

Pulang dari museum, sangat di sayangkan karena  tiba-tiba hujan melanda. Terpaksa saya harus berteduh karena hanya membawa satu jas hujan saja. Padahal cuaca awalnya baik-baik saja. Medung seolah datang tiba-tiba dan memuntahkan airnya sangat banyak dan lama. Tidak apa-apa, yang terpenting sudah mengunjungi destinasi wisata yang sudah memberikan pengetahuan tambahan tentang Kartini.

ukiran di museum ra kartini

museum  ra kartini jepara

koleksi museum kartini

lukisan ra kartini

museum ra kartini



museum kartini jepara

You Might Also Like

2 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih