Swift

Wisata Irit ke Hutan Mangrove Rembang Jawa Tengah

wisata mangrove rembang
Hutannya luas, ya

Masih dalam rangka menghabiskan sisa-sisa liburan lebaran Idul Fitri 1437 H. Sebenarnya perjalanan kali ini masih dalam satu rangkaian perjalanan ke Rembang kemarin pada 9 Juli 2016. Yup, kemarin memang sudah dibahas tentang wisata ke Pantai Karang Jahe Rembang, kali ini giliran bahas wisata ke Hutan Mangrove Rembang Jawa Tengah.

Memang jika di tempuh dari kudus, kita akan melewati lokasi wisata hutan mangrove ini terlebih dahulu sebelum menuju ke Pantai Karang Jahe, tapi kemarin saya memutuskan ke pantai terlebih dahulu karena memang tujuan awal ke pantai. Untuk mangrove, nanti saja kalau masih ada waktu. Dan benar, ternyata masih ada sisa waktu, karena kami tidak berlama-lama di pantai, panas cuy...

Sebenarnya Hutan Mangrove Reembang Jawa Tengah ini adalah lokasi konservasi mangrove. Dulu pohon-pohon ini ditanam oleh "Professor" Suyadi yang dibantu oleh Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang. Tentunya tujuan awal penanaman pohon mangrove ini adalah untuk mencegah abrasi yang terjadi di daerah pesisir Desa Pasarbanggi. Tapi seiring berjalannya waktu, lokasi ini dimanfaatkan sebagai salah satu tempat pariwisata Rembang.

foto mangrove rembang
Warna jembatan memudar

Lokasi Hutan Mangrove di Rembang ini cukup mudah ditemukan karena berada di jalan pantura. Setelah keluar dari Gerbang Batas Kota Rembang menuju arah timur sekitar 1,5 KM, lihat di kiri jalan hingga menemukan papan penunjuk lokasi hutan mangrove, masuk saja melewati jalan desa. Namun sayangnya, kami harus memarkirkan kendaraan kami di sekitar rumah warga karena jalan menuju ke lokasi hutan hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki.

Kita hanya dikenakan tarif parkir saja, karena tidak ada tiket masuk. Untuk menuju ke lokasi hutan, kita harus berjalan kaki di jalan setapak di tengah-tengah tambak yang cukup luas. Berjalan kaki cukup bikin capek dan berkeringat, apalagi cuacanya cukup terik. Ada beberapa warung makan di sekitar tambak, ada juga yang menjual kepiting segar yang bisa dibawa pulang. Kalau nggak mau kulit panas dan tersengat, bisa pakai sunblock terlebih dahulu, kok.

Wisatawan atau pengunjung dapat masuk ke dalam hutan Mangrove Rembang Jawa Tengah melewati jalan setapak dari kayu seperti jembatan memanjang berwarna merah bata. Saat masuk hutan, rasanya beda, terasa sejuk dan adem. Pohon-pohon mangrove memayungi jalan setapak tersebut. Jalan setapak tersebut memanjang dan berbelok-belok dan berujung pada tepi laut. Ada gazebo juga sebelum mencapai ujung, yang biasa digunakan untuk beristirahat.

mangrove rembang
Pohonnya ada yang masih kecil

Menurut informasi yang saya dapatkan, luas seluruh Hutan Mangrove Rembang Jawa Tengah ini adalah lebih dari 22 hektare dengan panjang sekitar 2.900 meter. Cukup luas dan panjang, bukan? Tentu hutan di sini berbeda dengan hutan mangrove yang ada di Demak, yang berada di tengah laut. Tentunya setiap tempat wisata punya keunikan dan keistimewaan sendiri.

Ada enam jenis mangrove yang tumbuh di sini antara lain:

  1. Rhizophora Spp
  2. Rhizophora apiculata
  3. Avicenia marina
  4. Avicenia alba
  5. Soneratia alba
  6. Xilocarpus Spp

Jika sedang berlibur atau mengunjungi, atau cuma lewat di Rembang, tidak ada salahnya menyempatkan untuk mengunjungi hutan mangrove ini. Jika Anda penyuka kepiting, dapat juga membeli kepiting di sini, karena masih segar, baru ditangkap dari tambak.

konservasi mangrove rembang
Lokasi Hutan Mangrove Rembang (c) cbfmrembang.blogspot.com

Foto terakhir nyomot dari internet, soalnya mau foto di dalam malah ramai banget, sampai nggak ada space buat fotoan. Kebanayakan pengunjung pada duduk-duduk di tepi jalan. Oh iya, jangan buang sampah sembarangan ya. Di sini sudah disediakan tempat sampahnya, kok. Jangan sampai hutan ini jadi kotor dan bikin pemandangannya nggak banget.

You Might Also Like

2 komentar

  1. wah, ini mirip-mirip juga di Surabaya dan Probolinggo (CMIIW) tapi seriusannya belum pernah lihat langsung banyak. Kayaknya seru ya buat selfie-selfie :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus... aku malah nggak foto bagian dalamnya, soalnya banyak orang

      Delete

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih