Swift

Review Film Heart Attack Thailand, Filmnya Freelancer

film freelance thailand

Lagi-lagi nemuin film yang “gue banget” , lagi-lagi pula ini film produksi Thailand. Jadi makin suka sama film dan serial produksi Thailand, deh. Sebenarnya film Heart Attack berjudul asli Freelance. Film ini pun sebenarnya mempunyai cerita cukup sederhana, bahkan settingnya Cuma di tempat itu-itu saja. Pengemasannya pun kubilang cukup sederhana pula, tapi karena film ini “jujur” makanya jadi sebuah film yang keren. Tenang, tenang, jelas pada postingan kali ini saya akan me-review Film Heart Attack Thailand.

Judul : Heart Attack atau Freelance
Rilis : September 2015
Genre : Drama, Romance Comedy
Director : Nawapol Thamrongrattanarit
Pemain : Davika Hoorne, Violette Wautier, Sunny Suwanmethanont
heart attcak movie

Pada film ini kita akan diajak masuk pada kehidupan seorang pekerja lepas desain grafis atau freelance graphic design yang seakan bekerja tanpa henti. Kita akan melihat kegigihan Yoon (Sunny Suwanmethanont) dalam menjalani prosefinya sampai-sampai tidak tidur untuk beberapa hari. Etos kerjanya memang tinggi karena dia tak ingin kehilangan klien dan tentunya pekerjaannya.Baginya menyelesaikan sebuah pekerjaan dan kepuasan klien menimbulkan rasa kepuasan tersendiri baginya. Di sini kita akan dipertontonkan kehidupan sebenarnya seorang freelancer yang tentunya saya sendiri yang juga seorang freelancer pun sedikit banyak setuju dan merasa terwakili, makanya di awal saya bilang “Ini film gue banget.” Di sini dia disandingkan dengan Jee (Violette Wautier) yang seorang Produser Advertising yang sering memberinya proyek.  Jee pula yang menemani hari-hari Yoon.

Bekerja terus menerus tanpa tidur bahkan hingga 12 hari dan sering mengkonsumsi makanan cepat saji ternyata membawa dampak kesehatan yang awalnya dianggap sepele oleh Yoon. Di tubuhnya muncul binti-bintik merah yang terasa gatal. Awalnya pun dia tak mempedulikan penyakit itu, sampai-sampai dia merasa penyakit itu sangat mengganggu kinerjanya. Dia pun pergi ke dokter yang cukup mahal, tapi tak memberikan efek apa-apa. Dia pun mencari informasi rumah sakit yang terbilang cukup murah. Di sinilah dia bertemu Dr Imm (Davika Hoorne) yang menangani langsung penyakitnya. 


Sungguh kesialan bagi Yoon karena Dr Imm memberi banyak perintah dan larangan yang sangat bertolak belakang dengan kesehariannya selama ini antara lain : Minum pil tidur, istirahat yang cukup, olahraga dan lain-lain. Jelas Yoon melanggar perintah itu dan penyakitnya semakin parah. Pada akhirnya Yoon harus memilih antara pekerjaannya atau kesembuhannya karena dia harus bertemu sebulan sekali dengan Dr Imm untuk melakukan perawatan. Sungguh ini pilihan yang sulit, karena Yoon mulai punya saingan baru dan beberapa klien yang sudah meninggalkannya karena kinerjanya yang menurun. 

Kesembuhannya datang, tapi masalah tidak selesai. Pekerjaannya berkurang, dan ada sesuatu yang hilang pula. Dia seakan balas dendam dan merusak dirinya sendiri hingga hampir mati. Tapi kepiawaian Nawapol Thamrongrattanarit mampu mengecoh pentonton dan bikin baper (terbawa perasaan). Banyak sekali kejutan yang ditampilan hingga ending yang tak terduga. 



Setting pada film ini memang itu-itu saja yakni: rumah sakit, ruang kerja Yoon, dan beberapa tempat yang sering diulang, tapi tak menampilkan kesan monoton. Keunikan Nawapol Thamrongrattanarit  memang terlihat di  sini, selain film-film yang pernah digarap sebelumnya seperti The Billionaire, Bangkok Traffic (Love) Story. Pantas saja jika Film Heart Attack juga meraih kesuksesan, buktinya mendapat penghargaan Best Film pada BK Film Awards 2016.  Pokoknya film ini terkesan sederhana, tapi keren banget. Mewakili kami para freelancer. Hehe.

Meskipun banyak pekerjaan, tetap kesehatan adalah nomor satu. Meski seringnya, tetap lupa waktu bahkan makan. Haha.

You Might Also Like

2 komentar

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih