Swift

Review Film Thailand The Teacher’s Diary

Sebenarnya film The Teacher’s Diary ini rilis tahun 2014. Sudah lama memang, saya tahu di tahun 2015-an. Ada teman yang rekomendasiin film ini, tapi belum sempat download, hehe. Baru sekarang sempat download dan nonton. Sebelum membahas lebih jauh, yuk kenalan dengan artisnya dan juga perannya di film ini:

  • Sukrit Wisetkaew sebagai Pak Song  memilii karakter : Sabar, kocak, dulunya pegulat, tekadnya kuat.
  • Laila Boonyasak sebagai Bu Ann yang memiliki karakter pandai, berjiwa bebas, pintar, kreatif.
  • Sukollawat Kanarot sebagai Nui adalah pacarnya Bu Ann yang juga guru di kota, karakternya memaksakan kehendak.

Saya baru mengenal artis-artis di film ini. Tapi kalau diperhatikan Sukrit Wisetkaew mirip March Chutavut, tapi gaya rambutnya beda. Atau bisa jadi Sukrit adalah versi dewasanya March. *LOL


Awal saya tertarik buat nonton film ini karena direkomendasikan teman yang bilang katanya film ini temanya mirip sama novel kedua saya "Mendayung Impian". Tentang mengajar di daerah terpencil gitulah. Dan ternyata benar, meski sebenarnya banyak bedanya, hehehe. Temanku mengira saya terinspirasi dari film ini saat menulis Novel Mendayung Impian, tapi sama sekali tidak. Bahkan saya baru tahu film itu, kan?

the teacher's diary, sukrit wisetkaew
Sukrit Wisetkaew as Song

The Teacher's Diary adalah kisah perjuangan guru (Pak Song) yang harus mengajar di sekolah perahu. Bangunan sekolah ini terapung dan jauh dari kata layak. Tidak ada listrik dan sinyal handphone sungguh terisolir bukan? Sudah kebayang bagaimana sulitnya hidup di sana. Sebelum Pak Song yang mengajar dulunya ada seorang guru bernama Bu Ann. Bu Ann sendiri dulu terpaksa mengajar hanya karena tato tiga bintang di ujung lengannya.


Bu Ann meninggalkan buku diary-nya yang ternyata memuat kisah perjuangan hidup dan mengajar Bu Ann di sekolah perahu. Justru buku tersebut menjadi semacam panduan hidup bagi Pak Song sekarang yang memang sangat kesulitan di hari-hari awal berada di situ. FYI Pak Song dan murid-muridnya juga tinggal di sekolah tersebut. Muridnya cuma 4 anak dan bertambah 1 di akhir semester gara-gara membaca salah satu lembar buku diary Bu Ann.

the teacher's diary, laila boonyasak, ann
Laila Boonyasak as Bu Ann

Lama kelamaan Pak Song mengagumi Bu Ann lewat kisah hidup, pemikiran dan tekad bu Ann yang diketahuinya lewat diary tersebut. Setiap hari dia memikirkan Bu Ann yang sama sekali tidak dia ketahui wajahnya. Lucu memang, tapi inilah kejadiannya.
Kehidupan di sekolah perahu tidaklah gampang. Banyak kejadian menyeramkan yang harus dilalui seperti adanya ular, penemuan mayat, dan cicak yang berada di saluran air bersih hingga badai dahsyat yang menghancurkan bangunan apung tersebut. Perjuangan dua guru tersebut sangatlah luar biasa.

Selain kisah percintaan yang begitu kental, kisah inspiratif pendidikannya juga sangat bagus. Anak-anak yg ternyata berbeda kelas yang awalnya tak bersemangat sekolah bisa semangat meski setiap pelajaran matematika sering kabur atau pura-pura sakit. Terus jika nilai mereka tak bagus, gurulah yang disalahkan dan memang mereka merasa bersalah.

the teacher's diary, sinopsis the teacher's diary, film the teacher's diary
Sekolah Perahu

Dua tema tersebut memang sama di novel Mendayung Impian saya yang dulu kata salah satu editor penerbitan adalah dua tema berbeda yang bisa membuat salah fokus, tapi nyatanya di film itu bisa membaur dengan bagus karena kisah percintaan tersebut semacam pelengkap yang tak bisa dipisahkan, dan pada akhirnya novel saya juga ditebitkan oleh Elex Media Komputindo.

Lagi-lagi saya harus mengacungi jempol pada film Thailand. Rangkaian cerita di dua waktu berbeda bisa sangat apik ditampilkan. Latar budaya nelayan juga ditampilkan dengan bagus di Film The Teacher’s Diary ini. Bagi penyuka film Thailand coba deh nonton. Apalagi bagi guru atau calon guru, maka kamu akan tahu arti guru sebenarnya. 
fil the teacher's diary, review the teacher's diary
Soal Matematika

film the teacher's diary, pak song, bu ann, review the teacher's diary
Awas Pak Song, Ada Ular

You Might Also Like

0 komentar