Swift

Sebuah Pelecehan dari Perhelatan Lomba Menulis

lomba menulis
Menulis via : maxmanroe.com

Sekarang banyak sekali digelar berbagai lomba  menulis. Banyak juga infomasi yang beredar di internet, grup kepenulisan dan lain-lain. Lomba tersebut beragam bentuknya, mulai dari lomba blog, cerita pendek, puisi, bahkan novel. Penyelenggaranya pun beragam, mulai dari instansi kecil, besar, komunitas kecil maupun besar, hingga perorangan. Hadiah yang ditawarkan pun banyak macamnya, mulai dari pulsa, sebuah barang yang nilai nominalnya disebutkan, hingga yang hadihnya uang tunai jutaan rupiah. Semakin semaraknya lomba semacam ini apakah bisa dijadikan patokan sebagai kemajuan dunia tulis-menulis? Di sisi lain karena maraknya lomba semacam ini dapat dijadikan patokan semaraknya geliat dunia tulis-menulis. Persaingannya pun sangat ketat. Nama-nama baru bermunculan, nama-nama kawakan berusaha mempertahankan.

Hadiah Lomba Dianggap Pelecehan

Tidak semua penyelenggara lomba adalah instansi besar dan punya banyak dukungan dari sponsor sehingga dapat memberikan hadiah yang besar. Mencari sponsor untuk lomba adalah hal yang sulit-sulit gampang, karena sponsor juga melihat terlebih dahulu siapa penyelenggaranya, dan pertimbangan lain. Padahal banyak juga pihak yang ingin membuat lomba sebagai bentuk dukungan untuk kemajuan dulia tulis-menulis, sehingga sangat kesulitan untuk memberikan penghargaan sebuah hadiah kepada pemenang. Maka tak jarang dijumpai lomba berhadiah kecil seperti paket penerbitan, sebuah buku, barang yang tidak mahal dan lain-lain. Lantas apakah penyelenggara lomba tersebut salah dan dianggap melecehkan atau bahkan tuduhan paling hina adalah penipuan?

Penyelenggara sudah berbaik hati mengorbankan sebagian hartanya untuk sumbangsih dalam dunia tulis-menulis, tapi mengapa harus disalahkan, bahkan dianggap penipuan? Sesungguhnya membuat suatu gelaran lomba bukan perkara mudah, tidak hanya harta yang tersita, melainkan waktu yang begitu penting. Soal hadiah lomba yang terbilang kecil, itu sudah mencapai batas kemampuan penyelenggara, penyelenggara juga sudah dengan jelas menjelaskan hadiah apa saja yang akan diberikan, dan sekarang dikembalikan lagi ke penulis apakah mau ikut lomba tersebut atau tidak? Toh penyelenggara tidak memaksa penulis untuk ikut. Jika berminat dengan hadiah semacam itu, silakan ikut, jika tidak juga tidak masalah. Lalu mana yang bisa dibilang penipuan? Penyelenggaran sudah menyelaskan dengan rinci tetang hadiah dan perturan lomba bukan? 

Menulis adalah Pilihan

Penulis berhak memilih mengikuti lomba atau kompetisi yang mana, yang berhadiah besar atau yang berhadiah kecil. Semuanya kembali ke penulis itu sendiri. Jika sudah puas dengan lomba yang kecil, tak masalah yang penting bukankah sebuah kepuasan dan ketulusan dalam berkarya? Jika tidak puas, silakan naik tingkat untuk mengikuti lomba yang bergengsi yang pasti akan banyak menemukan saingan yang luar biasa.  Ini seperti penulis yang memilih untuk mencari uang dan kepuasan batin dengan mempertahankan idealismenya.

Bagaimana dengan Media yang Tak Berhonor?

Banyak penulis yang menganggap sebuah pencapaian adalah jika karyanya dimuat di media, entah itu media lokal maupun nasional, karena menurut mereka persaingan sesungguhnya ada di media. Lantas bagaimana dengan media yang tak memberikan honor? Apa dianggap juga sebagai pelecehan terhadap penulis, dan tak menghargai penulis? Tunggu dulu, bukankah media tersebut sudah mengumumkan dengan jelas bahwa media tersebut belum bisa memberi honor yang sepantasnya. Bukankah ini kembali lagi ke penulis itu sendiri, menulis untuk uang atau dengan tujuan lain?

Hendaknya tidak menghakimi secara sepihak terhadap mereka yang berusaha memberikan sumbangsihnya terhadap perkembangan dunia tulis-menulis di Indonesia. Harusnya mereka mendapatkan dukungan yang lebih. Misalnya memberikan saran terbaik, atau bantuan sponsor barangkali.

You Might Also Like

2 komentar

  1. ikut lomba atau tidak tergantung masing-masing dan harus athu rulenya ya, kalau sudah tahu jangan mengeluh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yups masing-masing lomba juga sudah jelas aturannya. Tinggal kita mau ikut atau tidak. Itu hanya tentang pilihan :)
      terima kasih sudah mampir

      Delete

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih