Swift

Review Film Thailand May Who, Kisah Cinta Cewek Listrik dan Cowok Kartun


Lagi-lagi GTH memberikan persembahan sebuah film romcom yang menarik di tahun 2015. Namun sayang, sekarang kita tidak dapat melihat persembahan keren dari GTH karena sudah tutup bersamaan dengan selesainya serial Hormones season 3 (final season). Romcom berjudul “May Who” yang disutradarai Chayanop Boonprakob bercerita tentang kisah percintaan anak SMP di sekolah berkulikulum Thailand-Jepang. Namun rasanya kok aneh, jika anak mempunyai postur yang tinggi.
Adalah Pong (Bank Thiti) mempunyai pandangan bahwa anak-anak di sekolahnya terbagi menjadi beberapa kelompok, seperti kelompok cantik, pemandu sorak, atlet, geek, dan yang lainnya. Namun dirinya tidak masuk dalam satu kelompok tersebut. Dia menjadi siswa yang sering dibully dan bahkan terbuang. Tapi ada bakat istimewa yang yang belum diketahui banyak orang, yakni pandai menggambar kartun manga dan membuat komik. Dia pun sering membuat komik dengan khayalannya sendiri terhadap gadis yang dicintainya, Ming, meski beberapa kisahnya cenderung jorok. 

Ada sosok cowok sempurna yang bikin semua orang mengaguminya, entah itu cewek ataupun cowok, bahkan guru-guru pun mengaguminya. Bisa dibilang cowok ini adalah bintang sekolah yang multi talent, dia adalah Fame (Tor Thanapob). 
Non, Bank Thiti, Bank Thiti and James
Pong (Bank Thiti)

Kejadian lucu terjadi saat keteledoran Pong dalam mengumpulkan PR-nya yang ternyata tertukar dengan komik yang isinya cerita Ming. Terbongkarlah sudah kalau Pong suka menggambar Ming hingga ke khayalan jorok. Pong malu banget dan mencari siapa pelaku yang memberikan buku komiknya kepada Ming. Akhirnya dia tahu kalau pelakunya adalah May (Punpun Suttata). Pong marah, tapi May tetap tenang dan memberi alasan karena buku tersebut bercerita tentang Ming, makanya diberikan ke Ming. Rahasia May pun terbongkar saat marah dan tidak sengaja menyetrum Pong. May ini cewek unik yang jika detak jantungnya sangat cepat di atas 120 maka tubuhnya mengandung listrik. Namun Pong tidak langsung mengetahuinya dan masih kebingungan hingga menganggap May membawa alat listrik di badannya. Dia pun balas dendam dengan membuatkan komik tentang May si manusia listrik dan disebar-sebarkan ke sekolahan. Jelas saja May marah dan menyuruh Pong berheti melakukan itu. May pun marah dan tidak sengaja menyetrum Pong. Akhirnya Pong tahu rahasia May.
punpun and march
May (Punpun Suttata)

Sebenarnya May sangat tidak suka dengan kondisinya tersebut. Kondisi ganjil tersebut pun yang membuatnya sering pindah sekolah. Bahkan barang eletronik keluarganya sering rusak gara-gara dia. Singkat cerita Pong dan May saling bertema dan mendukung. Pong mendukung May agar bisa dekat dengan Fame, dan May mendukung Pong agar bisa dekat dengan Ming. 


Perjuangan Pong dalam mendapatkan Ming sangat hebat. Dia rela melakukan apa pun, tentunya dengan bantuan May. Lama-kelamaan hati Pong malah berbelok ke May. Dia pun terus-terusan mengusir perasaan itu, karena cintanya hanya untuk Ming. May diajak Fame gabung dalam klub lari estafet, dan dari situlah keduanya dekat. 
Tor Tanabop Ganteng
Fame (Tor Tanabop)

Film ini memang lucu. Tingkah Pong yang polos dan aneh dan May yang sering mengeluarkan listrik saat kaget, deg-degan atau kelelahan sering membuat gelak tawa. Film ini juga dibumbui cuplikan animasi dari hasil visualisasi komik Pong. Animasi dua dimensinya pun cukup keren. Tidak kalah dengan film Jepang yang lebih dahulu terkenal dengan manga-nya. Cuplikan visualisasi kartun ini bisa jadi daya tarik tersendiri dan tolak ukur animasi Thailand. Animasinya sudah luwes dan dramatis dengan efek-efek yang ciamik. 


Meskipun tergolong film komedi romantis, jatah romantisme dan dramanya tidak kalah banyak, kok. Meskipun saat Pong membujuk May yang sedang galau dengan membuatkannya komik di depan kamar May. Lembaran kertas bergambar itu diselipkannya di bawah pintu kamar May. 

Akting Bank Thiti di sini sangat keren. Dia menguasai karakter Pong, meski sebelumnya terkenal sebagai Non di Serial Hormones yang juga mengatarkannya menjadi idola baru di Thailand. Di sini dia bisa memposisikan sebagai Pong yang tertindas namun pantang menyerah. Punpun sendiri sangat apik membawakan karakter May yang penuh misteri. Memang dasarnya Tor Thanapob ganteng, maka tak heran jika dapat memainkan tokoh Fame yang berada di level 1. Pembawaannya cool, apalagi saat efek-efek slow motion benar-benar sudah seperti makhluk yang sempurna dan membuat jantung May berdegup kencang. 
may who movie thailand
Animasi visualisasi komik Pong

Tokoh Fame di sini terkesan lebay dengan segala tingkah lakunya. Apalagi penggemarnya yang juga banyak dari kalangan cowok (meski kalau di Thailand ini hal wajar). Bahkan ada yang sampai mencuri pakaiannya. Biasanya pada film-film barat, tokoh wanita yang dieskplore keseksiannya, di sini terbalik, justru tokoh cowok (Fame) yang lebih diexplore keseksiannya hingga membuat orang-orang histeris. Namun jika tujuannya memang menciptakan karakter lebay yang menjadi pusat perhatian dan didewakan, tokoh Fame di sini berhasil dibawakan Tor Thanapob dengan baik. Meskipun Fame menjadi idola dan sorotan, tapi karakter Pong dan May sangat mendominasi.

Film Thailand May Who ini mampu membuat saya pribadi terhibur. Apalagi ending cerita ini berliku dan cenderung sulit ditebak sehingga memaksa kita untuk terus menontonnya hingga akhir tanpa sedikit pun melewatkan adegan demi adegan yang tersaji. Bagi fans berat Punpun (dan March, hehe) wajib nonton film ini. Begitupun fansnya Bank Thiti yang semakin banyak, wajib nonton, deh. 

Film Thailand May Who
Cewek Listrik Film May Who

Film Thailand May Who Bank Thiti
Adegan Pong dan May

Review Film Thailand May Who
Adegan Fame dan May

You Might Also Like

0 komentar