Swift

Dibalik Sebanyak Tetesan Hujan Kali ini | Behind The Book

Cover Sebanyak Tetesan Hujan Kali ini via kobimo.blogspot.com

Sebuah hasil ada, karena sebuah proses. Entah itu membutuhkan waktu yang lama atau pun singkat, tapi proses itu tetap ada. 
***
Hampir tak percaya, pada tanggal 29 September Mas Hengki Kumayandi mengumumkan di grup facebook "rahasia", bawah novel keroyokan Young Writer (judul awal sebelum direvisi penerbit) yang sudah lama tertulis akan beredar di toko buku pada akhir tahun 2015 (tepatnya belum tahu). Sebuah kabar yang mengejutkan bagi kami, apalagi sudah selama itu belum ada info update mengenai nasib naskah novel tersebut. Aku pribadi pun kegirangan mengingat di sepanjang tahun 2015 ini aktivitas menulisku meredup. Bisa jadi kelahiran novel ini jadi oase di tengah kemarau panjang.

Novel ini mulai ditulis pada maret 2013, dimana awalnya perlu pembahasan matang mengenai sinopsis, outline, dan pembagian penulisan. Ini penting, karena sungguh tidak mudah bagaimana menyatukan banyak kepala ke dalam satu cerita yang akan ditulis. Untuk mendisiplinkan penulis, pun dibuat peraturan-peraturan yang telah disepakati bersama. Pada agustus 2014 naskah novel ini telah selesai diedit oleh kak Eva Sri Rahayu dan sudah siap diajukan ke penerbit.
Sebelumnya, ada 24 penulis yang terdaftar mengikuti proyek novel keroyokan ini, namun pada akhirnya hanya 23 penulis yang tersisa, karena ada penulis yang memundurkan diri. Ya, seperti diketahui bahwa menggabungkan banyak kepala ini sungguh sulit, maka dari itu di dalam perjalanannya ada saja rintangan yang menghadang. Namun untung saja novel ini dapat terselesaikan.
Proyek ini sebenarnya menjadi proyek pertama KOBIMO. Waktu itu saya lupa bagaimana bisa bergabung ke dalam proyek tersebut. Kalau nggak salah, ditawari Mas Hengki waktu itu. Yups, nggak ada audisi atau pun seleksi waktu itu. (Itu seingat saya, sih)
Untuk saya pribadi, ini adalah pengalaman yang luar biasa. Novel ini pun menjadi saksi perjalanan karir kepenulisan saya, dimana waktu itu saya masih bukan menjadi siapa-siapa (sekarang juga masih bukan siapa-siapa sih). Ada banyak pengalaman yang didapat di sana, tentang kepenulisan, menghargai, kesabaran, dan tentunya keluarga.
Dalam novel ini, saya menulis bab 2 bersama kak Pipit. Sengaja bab 2 ditulis oleh dua orang karena memang babnya lumayan panjang.
Terima kasih buat ke 24 penulis yang sudah menjadi keluarga, terima kasih buat mas Hengki yang sudah mengajak saya ikut proyeknya, terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung.
***
Judul buku : Sebanyak Tetesan Hujan Kali Ini
Penulis : 23 Penulis KOBIMO
Ukuran : 14cm x 20cm
Tebal : vii + 269 hal
ISBN : 978-602-1168-59-2
Harga : Rp.48.000,00

2 Juli 1961, ia mati dengan sebuah senapan yang ditembakkannya ke kepala. Mati meninggalkan karya karyanya yang membuatku tergila-gila. Aku suka tulisannya yang banyak memandang hidup. Dan semenjak mengetahui kisah hidup penulis itu dan mengagumi karyanya, entah mengapa aku ingin mati seperti dia, bunuh diri. Tapi wajah Marini yang selama ini melekat di benakku seakan melarangku. Menarikku dari imajinasi tentang kematian. Aku harus hidup, harus menjaganya sampai kematian memang Tuhan yang menentukan. Bukan karena jiwa ini yang begitu lemah. Tapi tidak untuk sekarang, aku harus melawan wajah Marini yang melarangku untuk melakukan hal bodoh ini. Aku sudah tak pantas hidup. Tak berguna.

Lihatlah aku sudah menggantungkan tali ke langit-langit kamar. Iya, tali ini sudah siap menarik leherku. Tinggal kutendang saja kursi yang kuinjak di kamar sepi yang sudah aku kunci ini. Secarik kertas untuk Marini sudah kutidurkan di atas lantai. Juga sebuah puisi terakhir untuknya. Agar ia tahu, tentang semua alasanku.

You Might Also Like

2 komentar

  1. hebat ini mas, bisa bikin novel dengan banyak penulis. Kan normalnya sebuah novel cuma 1 penulisa yang tau bagaimana alur dan jalan ceritanya. Agak diragukan dengan gaya bahasa dan deskripsi penulis kan juga ga sama, apa ngga ada rancu dari novel ini nantinya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe... memang ini hal yang tak biasa, dan sudah kebayang bagaimana sulitnya. Itupun yang saya rasakan. Sungguh harus berusaha menyamakan gaya bercertia dan lain-lain. Untuk jalan cerita sebelumnya sudah kita tentukan bersama berikut pembagiannya.
      jangan lupa beli ya, Gan :D

      Delete

Silahkan tinggalkan jejak komentar, kesan ataupun saran. Sehingga dapat menjadi pelajaran untuk menyempurnakan tulisan, maupun desain blog ini. Komentar Anda adalah semangat saya ^_^ Terima kasih