Swift

Danau Blingoh, Donorojo Kabupaten Jepara | Nge-Top Lewat Sosmed

Danau Lereng Pandawa Blingoh Donorojo Jepara
Foto Danau Blingoh Jepara (Danau Lereng Pandawa)

Dua pekan terakhir warga jepara dan sekitarnya digemparkan oleh foto sebuah danau nan indah yang diposting di media sosial.  Sebuah danau dengan permukaan air berwarna biru muda dikelilingi tebing kapur putih berhiaskan hiajaunya tumbuhan yang subur. Keindahan foto tersebut menyeruak dan menjadi perbincangan hangat di kalanga pengguna media sosial. Danau tersebut berada di Desa Blingoh, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Jepara.


Danau tersebut mendadak populer karena keindahannya. Banyak orang yang penasaran ke sana, begitupun saya dan teman-teman. Minggu 15 Februari kemarin saya dan tema-teman memutuskan mencari danau menakjubkan tersebut. Saya sendiri mendapat info dari facebook salah satu pewarta kenamaan di Kudus. Sebelumnya sudah mencari rute dan alamat kasarnya di internet, tak lupa mencari foto-foto danau indah tersebut yang katanya danau tersebut terbentuk karena bekas galian kapur dan tergenang air hujan. Warna biru dihasilkan karena dasarnya adalah tanah kapur berwarna putih. Sedangkan tumbuhan hijau tumbuh subur karena memang musim hujan.

Dari Kudus, kami menempuh perjalanan lumayan panjang menuju utara Gunung Muria lewat Pati, menuju Kelet, Jepara. Selanjutnya kami belok kanan, masuk ke jalan raya Benteng Portugis. Naasnya kami belum tahu tepatnya berada di mana danau tersebut, setelah melewati Benteng Portugis, kami bertanya pada warga sekitar, karena tak mendapati tanda-tanda keberadaan danau tersebut, padahal sudah memasuki Kecamatan Donorojo. Naasnya, ternyata kami berjalan terlalu jauh, padahal sebelum polsek Donorojo harus belok ke kanan.

Setelah tanya sana-sini, akhirnya kami sampai di Desa Blingoh. Sudah ada beberapa papan kecil seadanya penunjuk arah danau tersebut. Hampir mencapai lokasi, ternyata harus membeli tiket masuk (Rp 5000 / motor). Di depan sudah ada beberapa jejer mobil dari berbagai daerah yang diparkir di depan SD, karena kondisi jalan sempit dan jelek, sehingga mobil tidak bisa masuk.

Kami semakin antusias dan harap-harap cemas. Entah apa yang terasa, tapi kecemasan itu ada.

Yah, danau Blingoh sudah berada di hadapan kami. Kami kompak ber-oh, karena ini di luar ekspetasi kami. Benar, ini hanya kubangan besar bekas galian kapur, bahkan pemandangan semakin buruk karena di sekitar sudah ada banyak penjual makanan. Pemandangan semakin ternodai karena ada police line dan tali rafia yang membentang mengitari danau tersebut. Papan perhatian pun terpasang di beberapa bagian, karena memang kemarin dikabarkan ada anak yang tenggelam dan berhasil di selamatkan gegara selfie dan tercebur di danau tersebut.

Meskipun begitu, masih banyak orang yang begitu menikmati dan mengabadikan tempatitu dengan kamera. Saya mencoba mengambil gambar, dan memang hasilnya berbeda dengan apa yang saya lihat dengan mata sendiri. 

Sedikit kecewa, karena apa yang digembar-gemborkan hanyalah sebuah kubangan besar. Ini terlalu kecil untuk disebut sebagai danau, menurut saya. Tapi tidak ada salahnya kok untuk mengunjunginya, biar tahu sendiri, karena pendapat seseorang memang berbeda-beda.
Yang membuat saya mengernyitkan dahi, kok tulisan wisata, pada karcis dioret-oret. Ah, ya memang benar, ini buak objek wisata, melainkan objek pertambangan kapur yang terpaksa tutup karena genangan air.

Sosmed sudah membuatnya nge-Top. Bisa dibilang pengaruh sosmed di era sekarang sungguh luar biasa. Namun tiada perjalanan yang tak membuahkan sebuah pelajaran, karena terkadang bukan hasil yang diinginkan, melainkan proses mencapai hasil tersebut.
Danau Blingoh, Donorojo, Jepara, danau Lereng Pandawa
Karcis masuk Danau Blingoh
Saya kurang tahu pasti dari mana nama Lereng Pandawa tersebut tercetus. Mungkin karena berada di Lereng Pandawa, saya sendiri tak mengetahui apa nama lereng tersebut. 

Danau Blingoh awal kali ditemukan netizen
Foto danau Blingoh pertama kali yang muncul di Sosmed
Foto di atas adalah foto danau Blingoh pertama kali yang muncul di sosmed dan membuat gempar. Bahkan ada komentar lucu soal danau tersebut dari foto, seperti: Keren, mirip raja ampat. Seperti tidak di Jepara saja. :p



You Might Also Like

0 komentar