Swift

Review Buku Mantan Terindah

Buku Mantan Terindah Karya Zahara Putri
Buku Mantan Terindah
Judul Buku : Mantan Terindah
Penulis : Zahara Putri
Editor : Ina Sulastri
Penerbit : Euthenia
Halaman : IV, 136 hlm
Jenis Buku : Kumpulan Cerpen

Aku tidak pernah menyesal mengenalmu, aku juga tidak pernah menyesal mencintaimu meskipun pada akhirnya aku harus melepasmu. Bagiku cinta adalah keikhlasan, karena aku mengerti cinta selalu memilih jalannya sendiri dan kepada siapa akhirnya akan dipersatukan.
Kenangan kebersamaan denganmu selalu kusimpan hingga kapan pun, yang akan kueja pada saat merindu. Terima kasih atas kehadiranmu yang pernah memberikan warna dalam hari-hariku. Meski engkau bukanlah yang terbaik, namun bagiku selamanya engkaulah yang terindah. Doaku semoga engkau selalu bahagia.


Tentang cinta, adalah persepsi awal jika saya disuguhi buku berjudul "Mantan Terindah". Percintaan remaja yang menye-menye ala sinetron. Namun saya salah saat sudah menyelesaikan membaca buku ini. Berisi kumpulan cerita pendek yang berjumlah delapan cerita berbeda dengan eksesusi yang menarik untuk dibaca.
Kepergian Ajeng, Bayangan Kematian, Cinta Seorang Pencuri, Ketulusan Ibu, Selamatkan Nyawa Saudaraku, Tuhan!, Sampah Karya, Kesetiaan Istri Pertama, Mantan Terindah adalah judul dari ke-delapan cerpen dalam Mantan Terindah.
Kepergian Ajeng, Cinta Seorang Pencuri, dan Ketulusan Ibu memiliki tema yang hampir sama, yakni melibatkan hubungan orangtua dalam ceritanya. Eksplorasi cinta antar orangtua dan anak begitu terasa di ketiga judul cerpen ini. 
Ada sedikit yang mengganggu di Kepergian Ajeng, yakni ketidakkonsistenan penulis dalam penyebutan tokoh. 
".... kami berdua sangat mengkhawatirkanmu, Nak." Ibu mengangkat tubuhku (hlm 13)
terus pada dialog di bawahnya penyebutan "Nak" berubah menjadi "Nduk"
"Jangan pergi lagi ya, Nduk?!" (hlm 13)
Ada lagi dalam cerpen Ketulusan Ibu terdapat kalimat yang saya rasa kurang logis dimana dalam keadaan tabrakan.
...Lalu kecelakaan beruntun terjadi di jalanan itu. Teman-temanku semua tidak ada yang terselamatkan, sedangkan aku terpental dari mobil. ... (hlm 62)
Dalam kondisi mobil tabrak (pintu tertutup) kok rasanya sulit untuk terpental keluar. Apalagi penumpang yang lain mati di dalam mobil. Mungkin bisa diperbaiki logikanya dengan penggambaran lebih detai tentang kondisi tabrakannya seperti apa detailnya.
Bayangan Kematian tentang orang yang terus-terusan dibayangi oleh kematian, bahkan ia sangat dekat dengan kematian. 
Selamatkan Nyawa Saudaraku bercerita tentang cintanya seseorang kepada saudara tirinya, meski saudara tirinya jahat kepadanya. Lagi-lagi ini tentang ketulusan cinta yang terjadi tidak pada sepasang kekasih.
Sampah Karya, adalah cerita yang berbeda dari cerita yang lain di buku ini. Tentang perjuangan seseorang dalam mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis. Jatuh-bangun, bahkan trauma menulis karena dihina habis-habisan terjadi pada penulis. Ini mengisahkan kejadian nyata yang banyak dialami oleh para penulis pemula.
Kesetiaan Istri Pertama dan Mantan Terindah memberikan satu pelajaran kepada saya tentang sebuah keikhlasan kepada orang terkasih kita. Melepaskan dia untuk bahagia, adalah bukti cinta paling sahih. Kesetiaan Istri Pertama mengingatkanku pada sinetron Curahan Hati Seorang Istri.
Judul Mantan Terindah yang dipilih sebagai judul buku ini merutuku sangat tepat, dimana siapapun yang membaca judul tersebut pasti penasaran, begitupun saya sendiri. Zahara Putri telah berhasil menyajikan cerita dengan indah dan mengalir. Good Job!
Cerita dalam buku Mantan Terindah sarat akan nilai moral kehidupan, cinta dan ketulusan.

Kudus, 12 Januari 2014
Reyhan M Abdurrohman


You Might Also Like

5 komentar