Swift

Membatik Itu Sulit : Warisan Budaya yang Wajib Dilesatarikan

Tim KKN dan siswa SDN Muktiharjo Lor

Roeman-Art. Selasa  21 Oktober 2014 hari kedua yang dilalui Tim KKN Unpand 2014 di Kelurahan Muktiharjo Lor Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Rumah Pintar "Mukti Lestari" yang sekaligus digunakan sebagai posko KKN Unpand Kelurahan Muktharjo Lor kedatangan tamu-tamu kecil dari SDN Muktiharjo Lor. Anak-anak SD ini memanfaatkan gedung Rumah Pintar yang difasilitasi dari pemerintahan kelurahan sebagai tempat untuk berkreasi. Selasa itu, mereka melakukan kegiatan belajar membatik pada kain yang dibentangkan pada kayu persegi, sehingga memudahkan mereka untuk membatik. Kegiatan membatik tersebut dipandu langsung oleh guru yang mengajar dan didampingi dan dibantu oleh Tim KKN Unpand.


Lilin atau malam dilelehkan pada wajan kecil yang dipanaskan di atas kompor kecil. Tim KKN membantu persiapan tersebut, karena ini adalah hal yang cukup berbahaya jika dilakukan oleh anak kecil. Satu wajan yang berisi lilin atau malam digunakan untuk empat anak, sehingga tidak terlalu banyak dan berdesakan. Jemari kecil mereka sangat hati-hati saat memegang canting dan mengambil lilin atau malam cair dari wajan, kemudian menorehkannya pada kain yang sudah dibentangkan dengan hati-hati sesuai dengan sketsa yang sudah digambar dengan pensil. Ada yang meluber, ada yang tidak keluar cairan malamnya dari canting. Gambar yang dibatik adalah gambar sederhana seperti burung, ayam, pohon pisang, bunga, perahu dan lain-lain. Memang sulit, tapi anak-anak ini tidak putus asa untuk terus mencoba menorehkan lilin ke atas kain.

Tim KKN Unpand juga diberi kesempatan untuk mencoba membatik sembari mengawasi dan membimbing siswa-siswi membatik. Benar, pendapat Tim KKN sepakat bahwa membatik itu sulit. Kita harus pandai mengatur aliran cairan lilin yang keluar dari canting agar tidak terlalu banyak dan meluber. Tim KKN Unpand dengan antusias memimbing adik-adik yang juga antusias belajar. Ini dilakukan untuk melestarikan warisan budaya yang sudah diakui dunia.

Siswa-siswi serius belajar membatik

cairan lilin atau malam yang berceceran dilantai

Siswa-siswi memamerkan hasil karya batiknya
Semarang, 21 Oktober 2014

You Might Also Like

2 komentar