Swift

Klenteng Sam Poo Kong | Wisata Ke Semarang

Pintu Gerbang Klenteng Sam Po Kong
Klenteng Sam Po Kong adalah sebuah petilasan. Tempat persinggahan dan pendaratan seorang Laksmana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He / Cheng Ho. Klenteng ini berada di daerah Simongan, sebelah barat daya Kota Semarang.


Komplek Klenteng Sam Po Kong terdiri dari sejumlah anjungan yaitu Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kyai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan Mbah Kyai Tumpeng). Klenteng utama yang paling besar merupakan tempat pemujaan utama dan sentral.

Siluet Patung Cheng Ho rasaksa

Di Depan Klenteng Utama
Menurut cerita, pada awal abad ke-15  Laksamana Zheng He sedang berlayar melewati laut jawa dan sampai pada sebuah semenanjung. Ada seorang awak kapalnya yang sakit, ia memerintahkan membuang sauh. Kemudian ia merapat ke pantai utara semarang dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi klenteng. Bangunan itu sekarang telah berada di tengah kota Semarang di akibatkan pantai utara jawa selalu mangalami pendangkalan diakibatkan adanya sedimentasi sehingga lambat-laun daratan akan semakin bertambah luas kearah utara.

Konon, setelah Zheng He meninggalkan tempat tersebut karena ia harus melanjutkan pelayarannya, banyak awak kapalnya yang tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat. Mereka bersawah dan berladang ditempat itu. Zheng He memberikan pelajaran bercocok-tanam serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam.




Areal Klenteng ini cukup luas. Namun tiket yang kita beli di gerbang depan hanya mengantarkan pengunjung pada halaman klenteng saja (tidak masuk ke bangunan klenteng). Namun jika menginginkan masuk ke gedung Klenteng harus membeli tiket lagi.
Di situ juga ada jasa penyewaan baju atau kostum China atau laksamana. Sehingga lebih mendukung kalau ingin berfoto di areal klenteng. Untuk tiket dan harga penyewaan baju, saya lupa.
Sebenarnya sudah lama saya berkunjung ke klenteng ini. Namun baru sepat dan kepikiran untuk membaginya di blog.
Masuk di areal klenteng seperti berada di China atau Sanghai. Suasananya mendukung banget. Namun jika melakukan kunjungan di siang hari, cuacanya panas. Namun jangan khawatir karena ada taman yang dipayungi pohon besar untuk bernaung.
Menurut informasi yang saya terima, di belakang bangunan Klenteng ada pohon yang mirip sekali dengan tali tambang kapal. Juga masih tersimpan dengan rapi jangkar yang digunakan di kapal Cheng Ho.
Oh ya, di areal Klenteng ini juga berdiri Patung rasaksa Cheng Ho. Juga banyak patung-patung lain yang mengenakan baju khas china.

Patung Rasaksa Cheng Ho



Lilin-lilin besar di samping bangunan utama







Referensi:
http://www.visitsemarang.com/artikel/klenteng-sam-po-kong
http://id.wikipedia.org/wiki/Klenteng_Sam_Po_Kong

You Might Also Like

0 komentar