Swift

Alasan Penulis Memakai Nama Pena | di Balik Nama Reyhan M Abdurrohman

Reyhan M Abdurrohman dalam Novel Ajari Aku Melupakanmu

Dahulu alasan seorang pengarang / penulis menggunakan nama pena di karyanya adalah agar tidak diketahui orang kalau orang tersebutlah yang menulis. Namun sekarang, banyak yang bilang menggunakan nama pena hanya untuk gaya-gayaan. Bahkan beberapa penulis masih labil dengan nama penanya, hingga namanya sering berubah-ubah di setiap karyanya. Namun itu sudah menjadi hak mereka bukan? Tapi bukankah itu membingungkan pembaca yang bahkan sudah sangat mencintai karyanya?


Reyhan M Abdurrohman, adalah nama pena saya di setiap karya saya, kecuali di karya Cerkak (cerita cekak / cerita pendek berbahasa jawa) saya. Saya lebih nyaman menggunakan nama asli saya: Mohammad Abdurrohman, karena memang majalah yang saya tuju menganjurkan menggunakan nama asli, karena akan lebih mudah untuk pengiriman wesel honor dan majalah bukti terbitnya.

Sebetulnya niat saya menggunakan nama pena bukan untuk gaya-gayaan, meski kata orang nama Reyhan sungguh jauh atau sangat melenceng dari nama asli saya. Tapi jika di tanya orang saya selalu bilang, itu nama keponakan saya. Hehe. Ya, benar salah satu keponakan saya yang di Banjarmasin bernama Raihan (agak mirip kalau diucapkan). Namun sebenarnya nama itu muncul begitu saja di kepala saya, saat mengikuti lomba pada event indie di salah satu penerbit indie. Dan dengan nama itu, membawa karya pertama saya yang lolos seleksi dan dibukukan.

Mulai saat itu saya berpikir, "Mungkin Reyhan adalah nama hoki saya di dunia literasi." 
Ya, meski sebenarnya tidak ada dasar cukup dari saya dari mana nama Reyhan saya peroleh, karena ini benar-benar muncul begitu saja dari kepala saya.

Semakin ke sini saya malah lebih dikenal dengan nama Reyhan M Abdurrohman. Dalam karya saya, juga dalam sapaan teman-teman saya. Ya, mungkin ini hoki tersendiri, hingga pada akhirnya saya berhasil menerbitkan novel perdana saya "Ajari Aku Melupakanmu" dengan nama Reyhan M Abdurroman.

Alasan lain saya lebih nyaman menggunakan nama pena adalah karena saya bisa lebih bebas dalam membuat berbagai genre cerita. Karena nama asli saya Mohammad Abdurrohman terdengar "lebih religi" sehingga saya merasa terbatasi membuat karya religi.

Reyhan M Abdurrohman lebih umum bagi saya. Romance, religi, komedi, bahkan mungkin cerita LGBT. Nama tersebut terasa sudah pantas untuk semua genre, sehingga saya tidak perlu gonta ganti nama, karena sebagian orang berpendapat bahwa nama orang adalah cerminan karyanya. Aneh kan jika namanya Paijo, tapi mengarang cerita Jepang. Aneh jika nama Riza El Muhammad mengarang cerita cinta anak remaja.

Ya, masalah nama sebenarnya hak setiap penulis. 

You Might Also Like

6 komentar