Swift

Banjir Datang Mencekik Kehidupan


Sebetulnya telat banget saya posting tentang ini. Bagaimana lagi, kondisi tubuh yang lagi jelek memaksa saya untuk istirahat total. Hujan lebat yang menghujam Kabupaten Kudus kurang lebih dua pekan, pada dua pekan lalu membuat debit air sungai naik. Cuaca ekstrim ini pula yang membuat kondisi saya menjadi drop.
Hujan tiada henti-hentinya. Gelap menyelimuti langit. Akibat hujan tersebut, sungai tak kuat lagi menahan aliran air, akibatnya meluap ke perkampungan. Daerah-daerah dengan dataran rendah seperti Ngembal Rejo, Jekulo, Mejobo, Payaman, Karang Rowo, Tanjung, Undaan pun tergenang banjir. Bahkan ada juga yang parah, yaitu di terminal induk Kudus, jalan yang menghubungkan Kudus-Demak. Akibatnya lalulintas ke Demak lumpuh total. Truk-truk dan kendaraan besar lainnya terjebak macet di jalan lingkar, hingga jalan lingkar Ngembal Kulon.

Tidak hanya sehari, dua hari, namun kemacetan ini terjadi berhari-hari. Bantuan pun turun dari berbagai kalangan untuk sopir-sopir yang terjebak macet.
Sedangkan korban banjir diungsikan ke lokasi-lokasi yang tidak pernah terjadi banjir, misalnya di Balai Desa Gulang, Jepang Wetan, dan Jepang Pakis. Ada juga yang di GOR Wergu, Gedung Wanita Ngasirah dan tempat-tempat aman lainnya.
Duka tidak hanya menyelimuti para korban banjir. Pasalnya yang tidak kebanjiran pun dibuat kelimpungan dengan dampak yang dihasilkan. Misalnya BBM yang tiba-tiba langka, gara-gara pasokan BBM yang tidak bisa masuk ke Kabupaten Kudus. Kondisi semacam ini dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mengeruk keuntungan banyak dengan menjual bensin eceran dengan harga yang di atas batas kewajaran; 10.000 sampai 20.000. Gila...!
Tidak hanya itu, pasokan gas elpigi eceran pun melambung dan langka. Jasa angkut kendaraan dan orang untuk melewati banjir pun tinggi. Ini bukannya semakin mencekik saja. Akibat dari ini semua, bahan-bahan pokok juga ikut melambung. Ketersediaannya juga terbatas.
Ini semua bertahan hampir sepekan. Bahkan selasa kemarin ada banjir lagi yang katanya lebih parah, tapi untungnya cepat surut. Namun sampai sekarang di daerah yang rawan banjir masih tergenang cukup tinggi.
Semoga banjir kali ini cepat surut, dan korban diberi ketabahan... amin...

*sumber gambar  https://fbcdn-sphotos-h-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1/1743464_719407044745389_731085799_n.jpg

You Might Also Like

0 komentar