Swift

Tutup Tahun, Tutup Usianya Nenek | 2013

Akhir tahun 2013...
Langit terselimuti mendung sejak kemarin. Tangis yang tertumpah dari langit tak pernah berhenti. Pagi itu, kabar yang begitu mengejutkan terpaksa termuntahkan. Nenek tiada. Wanita yang sudah menginjak umur 93 tahun itu tutup usia. Duka pecah begitu saja, bersama langit yang tangisnya semakin tajam menghujam bumi. Ah, Tuhan... harusnya ini menjadi hari bahagia, kenapa Engkau tumpahkan duka untuk keluargaku...
***
Sabtu, 28 Desember 2013
Nenek sakit lagi. Semua anaknya dikumpulkan karena beliau minta bertemu dengan mereka. Aku ikut menengok. Ah, wajah renta itu begitu tak berdaya. Lemah.
Hari itu, beliau minta untuk segera diaqiqahkan. Anak-anaknya mengambil keputusan acara akan dilaksanakan pada hari rabu, 1 Januari 2013. Beliau menyetujuinya. Namun apakah baik jika permintaan itu tertunda? Aku tak yakin... Tuhan semoga firasatku salah.
Akhir tahunku bahagia. Yang kutunggu mengabari juga. Aku keterima kerja. Tanggal 31 diminta datang ke kantor untuk tanda tangan kontrak dan pemberitahuan SOP. Bahagia yang tak terkira. Namun pagi itu berseliut duka. Kabar itu, kabar yang membenarkan firasatku. H-1 dari acara aqiqah beliau, beliau pergi lebih dulu. Tanpa ada yang bisa menundurnya, semua sudah kehendaknya. Menyusul kakek yang sudah pergi lama.
Dengan sangat terpaksa dan menyesal, aku pergi ke kantor lebih awal dari jam yang dijadwalkan. Lepas itu, aku langsung ke rumah nenek. Menembus hujan yang terus termuntahkan. Untung aku tak telat sebelum nenek dikafani, aku masih bisa melihat rona wajahnya meski sudah menutup mata. Putih, bersih, menyunggingkan senyum.
Tutup tahun, tutup usianya nenek. Akhir tahun yang menyedihkan. Sangat berbeda dengan tahun tahun sebelumnya.
Hujan mengiringi pemakaman jenazah. Rupanya lengit ikut menangis, kehilangan beliau. Makam beliau berdekatan dengan makan kakek. Semoga engkau tenang di sisi-Nya. Diterima semua amal ibadah dan dihapus segala doanya.
***
Hari ini, 1 Januari 2014...
Acara aqiqah  digelar. Bukan berpesta dibalik musibah, tapi menepati janji pada beliau. Itu saja.

You Might Also Like

0 komentar