Swift

Kontroversi Jam Belajar Malam | Sebuah Opini Ngawur


Ini baru wacanan, tapi tetap menjadi topik hangat sampai sekarang. Terebih remaja usia SMA yang banyak menolak adanya peraturan yang masih digodog dari pemerintah DKI ini. Alasannya sepele, remaja butuh pergaulan, misalnya. Remaja butuh sosialosasi dengan keluar misalnya. Benar sih, karena remaja adalah masa-masa indah yang perlu lebih banyak mengenal dunia luar, mereka harus mempersiapkan diri menuju kedewasaan.

Apa pun itu, ini merupakan tamparan keras pada orangtua, yang seharusnya memang bertugas menjadi orangtua sejati. Orangtua seharusnya mampu mengatur anaknya, menunjukkan mana yang baik dan tidak untuk anaknya. Bagaimana caranya? tentulah orangtua lebih tahu, karena dia yang sudah tahu karakter anaknya. Jika tidak, lakukan pendekatan pada si anak, jangan kerja melulu.
Jika sebagian orang bilang, menanamkan ajaran agama untuk anak usia dini. Betul sih, tapi pengajaran agama itu juga harus sampai remaja bahkan dewasa dong, jangan waktu kanak-kanak saja, tidak akan ngaruh banyak. Kenapa? karena masa remaja mereka akan lebih mudah ikut-ikutan. Rasa ingin tahunya berkembang berkai-kali lipat. Dalam fase ini yang seharusnya adanya perhatian ekstra dari orangtua.
Jika nanti peraturan Jam Belajar Malam memang terjadi, itu juga perlu dukungan dari orangtua tentunya. Tanpa itu, semua tidak akan terealisasi.
Dan untuk pemerintah, juga harus mempertimbangkan bahwa remaja juga butuh bergaul dan sosialisasi. Semoga peraturan nantinya bisa menguntungkan untuk semua pihak.

Sumber gambar: http://3.bp.blogspot.com/-L65LPwepsVk/UMDP9M7LNiI/AAAAAAAAADg/3iihz5OWvDk/s320/950.jpg

You Might Also Like

0 komentar