Swift

Review Novel "Don't Trust Anyone"

Judul : Don't Trust Anyone
Pengarang: Hapie Joseph Aloysia
Penerbit: Immortal Publisher
Cetakan Pertama: Januari 2012
ISBN: 978-602-19302-2-9


Jangan Percaya Pada Siapapun!
Judulnya jleb banget. Pertama kali membaca judulnya, aku langsung tertarik. Penuh pertanyaan yang berterbangan di kepalaku. Apalagi covernya yang berwarna hitam, ada gambar wajah seorang gadis. Penuh misteri. Kubalik di cover belakang, ternyata novel ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama dengan beberapa tokoh. Saya semakin tertarik, karena penulis mencoba mengolah cerita dengan teknik yang berbeda.


Hapie Joseph Aloysia, menurutku telah berhasil mengemas cerita dalam novel ini dengan teknik tersebut. Ketegangan serta derita yang dialami tokoh begitu terasa. Apalagi memang novel ini menceritakan tentang masa lalu yang kelam. Di mana Valeria Altair yang terlahir tanpa kasih sayang yang seharusnya diberikan oleh orangtuanya. Agak klasik memang, tapi kamu akan menemukan gaya penceritaan yang berbeda.

Karakter Vale di sini sangat kuat, sebagai pribadi yang gila sex. Celotehnya keras, begitu pun deskripsi yang dihadirkan Hapie. Bahkan kamu akan banyak menemui kata-kata kotor, bahkan adegan sex.

Vale adalah kamum hedonis. Uang adalah segalanya, bahkan ia bisa membayar laki-laki untuk menemaninya. Itu karena ia tidak percaya dengan siapapun. Apalagi cinta. Masa lalunya lah yang mencetaknya menjadi pribadi seperti itu.

Sahabatnya Vale, Miyake Kirana adalah sahabat yang paling dikasihinya. Begitupun Miyake Kirana yang begitu menyanyangi Vale. Miyaki sering iri pada Vale yang terlahir dari keluarga kaya. Begitu juga Vale yang iri dengan Miyake yang punya mama sangat menyanyanginya. Miyake tidak tahu sebenarnya kehidupan Vale. Kekasih Miyakelah yang tahu, I Made Hideaki. Bahakn I Made Hideaki cemuburu atas kedekatan dua sahabat itu yang menjadikan malapetaka.

I Made, juga punya masa lalu tentang keluarganya yang suram. Miyake juga tak pernah tahu kalau I Made dan Vale pernah berhubungan.

Hingga borok menjijikkan itu terungkap. Miyake marah besar, karena mereka berdua tega-teganya menutupi ini semua darinya. Sabahat dan kekasihnya. Pertengkaran Vale dan I Made pun terus berlajut.

Perlahan Miyake bisa menerima itu, berkat ketulusan dengan pengampunan yang luar bisas. Tapi naasnya, ada masalah rumit yang dihadapi Vale.

Memang ceritanya cukup klasik. Ceritanya sederhana, tapi Hapie berhasil mengolahnya dengan luar biasa. Ketegangan dan carut marut kehidupan tokoh begitu terasa. Apalagi gaya penulisan yang terkesan berani, ia tonjolkan.

Don't Turs Anyone  tidak sekedar bercerita mengenai sebuah pengalaman masa lalu buruk yang akhirnya membuat Vale menjadi tidak pernah percaya kepada siapapun. Namun lebih dari itu, buku ini menceritakan pula tentang sebuah ketulusan, kepedulian, pengampunan dan bagaimana kasih diajarkan dalam sebuah penerimaan masa lalu.

You Might Also Like

0 komentar