Swift

Organisasi Nir Laba | Akuntansi

Organisasi Nir Laba

1.    Jenis organisasi nir laba
Organisasi nir laba mempunyai tujuan untuk menghasilkan jasa kepada masyarakat. Atas jasa tersebut organisasi nir laba ada yang meminta bayaran ada juga yang tidak. Contohnya lembaga pendidikan.
Meski lembaga tersebut idak mencari laba tadi bayaran yang dipungut dari pemakai jasa dapat lebih besar dari biaya untuk menghasilkan jasa tersebut.
2.    Karakteristk organisasi nir laba
a.    Tidak menggunakan laba sebagai pengukur kinerja.
Perusahaan nir laba memang tidak bertujuan untuk menghasilkan laba.
b.    Tidak menghasilkan barang berwujud.
Mengacu pada tujuan organisasi nir laba yang menghasilkan jasa, bukan benda.
c.    Tidak mementingkan kemampuan manajemen pimpinan.
Yang sering diangkat menjadi pemimpin biasanya toko-tokoh masyarakat ternama, yang belum tentu mempunyai kemampuan manajemen.
3.    Perlakuan khusus bagi organisasi nir laba
Semua  oraganisasi yang berebentuk yayasan diperlakukan sebagai organisasi nir laba dan tidak dikenai pajak penghasilan. Pada 1995, ketentuan tersebut dibatalkan. Ada pengecualian untuk yayasan yang mengelola pergiruan tinggi. Ditentukan bahwa kelebihan pendapatan di atas biaya tidak dikenakan pajak penghasilan kalau kelebihan tersebut dalam waktu tidak lebih dari empat tahun ditanamkan kembali ke dalam perguruan tinggi.
4.    Pengendalian Manajemen Organisasi Nir Laba
a.    Pemrograman
Adalah sebuah proses untuk memilih program, yang bertujuan untuk mencapai yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien, melalui strategi yang telah ditetapkan pula.
Pemilihan program dilakukan berdasarkan proses pemikiran deduktif, juga mempertimbangkan efiiensi dalam pemrograman.
b.    Penganggaran
Anggaran harus realistis da harus dibuat dalam format yang memudahkan evaluasi terhadap pelaksanaan program.
c.    Evaluasi
Preferensi penggunaan variabel penilaian:
1)   Keluaran
Karena keluaran tidak dapat diukur, maka harus mencari variabel yang dapat mewakili keluaran.
Contohnya perguruan tinggi. Digunakan variabel untuk mengukur keluaran tersebut misalnya dengan: jumlah dan jenis-jenis perusahaan lokakl, nasional, multi nasional yangd atang ke kampus untuk mencari lulusan. Rereata waktu tunggu sebelum mendapat pekerjaan, dsb.
2)   Wakil keluaran
Evaluasi dilakukan terhadap proses pencapaian hasil akhir.
3)   Input
Misalnya nantinya berapa jumlah pendaftar pada perguruan tinggi tersebut.


*)Referensi dari berbagai sumber

You Might Also Like

0 komentar